Kehadiran Ekosistem Digital Dinilai Mampu Bantu Pemulihan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 05 Desember 2021 11:12 WIB
    Kehadiran Ekosistem Digital Dinilai Mampu Bantu Pemulihan Ekonomi
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Perkembangan industri financial technology (fintech) dan e-commerce saat ini memang masih menjadi industri yang paling menjanjikan. Meski telah terjadi gelombang kedua pandemi tahun ini, fintech dan e-commerce tetap dapat berkontribusi sebesar 75 persen terhadap ekonomi digital sehingga diproyeksi mendukung pemulihan ekonomi.

    Guru Besar FEB Universitas Padjadjaran Ilya Avianti mengatakan, saat ini fintech berkontribusi penuh terhadap pemulihan ekonomi. Pasalnya fintech memberikan layanan keuangan kepada pasar yang tidak tersentuh oleh keuangan tradisional/konvensional yang banyak memiliki persyaratan dan memakan prosedur yang lama.

     



    "Fintech juga dapat dikatakan sebagai game changer, yang mengubah cara berpikir. Satu hal lagi, fintech juga merupakan penggerak utama ekonomi, yang bisa menolong ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk-puruknya saat pandemi," kata dia dalam webinar, dikutip Minggu, 5 Desember 2021.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pinjaman Fintech Pendanaan Bersama ke masyarakat mencapai Rp272,43 triliun dan outstanding pinjaman sebesar Rp27,91 triliun di akhir Oktober 2021. Sementara nilai pasar e-commerce Indonesia diprediksi mencapai Rp910 triliun di 2022 atau meningkat delapan kali lipat dibandingkan Rp112 triliun di 2017.

    Wakil Ketua Bidang Manajemen Resiko dan Teknologi AFPI Rony Wijaya menyebut, fintech adalah institusi yang mudah beradaptasi karena mengunakan teknologi dalam melayani masyarakat. Hal ini tentunya membuat fintech memegang peran penting untuk mempermudah jalan menuju ke pemulihan ekonomi Indonesia di 2022.  

    "Peran ini tentu saja tidak dapat dipegang oleh perusahaan fintech saja, akan tetapi harus melibatkan semua pelaku di ekosistem pasar dan keuangan digital Indonesia, sehingga kolaborasi antar pihak sangat penting, baik untuk pendanaan, pengalaman berjualan UMKM, dan pengalaman berbelanja konsumen di ruang digital," ungkapnya.

    Sementara Senior Lead Public Policy and Governance Relations Tokopedia Kevin Tigana Tarigan menjelaskan, saat ini Tokopedia memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif setiap bulannya dengan 11 juta dan 500 juta produk yang ditawarkan tiap hari dan yang menarik adalah 86,5 persen orang-orang yang berjualan adalah pebisnis baru.

    "Sekarang banyak orang sudah punya akses ke internet dan kami juga berusaha mengerti kebutuhan mereka serta mengedukasi bagaimana cara mengembangkan modal usaha dengan fintech dan mengelola utang dengan baik. Sebagai bagian dari ekosistem fintech, ke depannya Tokopedia  juga sangat ingin berkolaborasi dengan ekosistem lainnya," jelas dia.

    Lebih lanjut Rony menambahkan AFPI juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan literasi digital dan memproteksi konsumen dengan adanya transformasi digital ini. Alasanya, agar tidak memiliki peminjaman berlebih karena tidak bagus untuk konsumen dan tidak sustainable untuk pihak manapun di ekosistem.

    "Walaupun fintech memberikan sebuah kemudahan yang lebih cepat dari pembiayaan non-konvensional, namun AFPI juga akan memastikan bahwa pinjaman yang disalurkan tidak melebihi dari kemampuan pembayaran sang calon peminjam," lanjut dia.

    Sehubungan dengan hal tersebut, AFPI telah membuat kerangka kerja Perlindungan Konsumen yang terdiri dari Code of Conduct, Komite Etika dan Saluran Pengaduan Konsumen (Jendela) untuk memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat demi meningkatkan literasi tentang Fintech Pendanaan Bersama.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id