OJK Siapkan Kebijakan Stimulus Dorong Kebangkitan Sektor Usaha dan Ekonomi

    Husen Miftahudin - 22 Januari 2021 17:48 WIB
    OJK Siapkan Kebijakan Stimulus Dorong Kebangkitan Sektor Usaha dan Ekonomi
    Ilustrasi stimulus OJK untuk sektor usaha - - Foto: Medcom



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap beberapa stimulus dan kebijakan yang tertuang dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025. Deretan stimulus ini diharapkan dapat mendorong sektor usaha dan ekonomi nasional untuk bangkit di tengah pelemahan akibat meluasnya dampak pandemi covid-19.

    Mengutip instagram resmi OJK @ojkindonesia, Jumat, 22 Januari 2021, kebijakan stimulus tersebut berupa pemberian status sovereign bagi Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai salah satu game changer dalam pemulihan ekonomi nasional.

    Kemudian, merelaksasi kebijakan secara temporer dan terukur. Dalam hal ini, debitur dapat melakukan restrukturisasi kredit berulang selama periode relaksasi sepanjang masih memiliki prospek usaha (living will).






    Pada proses restrukturisasi tersebut, debitur tidak dikenakan biaya yang tidak wajar atau berlebihan mengingat pada dasarnya debitur masih memiliki prospek usaha namun terkena dampak pandemi.

    "Perlu dipahami bahwa relaksasi aturan restrukturisasi harus dipandang sebagai kebijakan yang win-win solution dan terukur, sehingga tidak menimbulkan deadlock," tulis OJK.

    Selanjutnya, menurunkan bobot Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) atau risiko untuk kredit pembiayaan properti serta kredit pembiayaan kendaraan bermotor. Hal ini untuk mendorong konsumsi, UMKM, sekaligus meningkatkan penyaluran kredit dan mendukung program Sejuta Rumah serta penanganan dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

    Lalu, menyesuaikan peraturan yang terkait dengan penyaluran kredit ke sektor kesehatan dalam rangka penanganan pandemi covid-19 berupa pelonggaran batas maksimum pemberian kredit dan penurunan bobot risiko kredit (ATMR).

    Terakhir, mempermudah dan mempercepat akses pembiayaan bagi pelaku usaha dengan menyediakan alternatif pembiayaan bagi UMKM, baik nasabah dari perbankan, pasar modal, maupun lembaga pembiayaan. Selain itu, OJK juga mempercepat digitalisasi di berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan masyarakat dan pelaku usaha.

    Pilot project KUR Klaster yang telah berhasil diterapkan di beberapa daerah seperti di Desa Sendang Biru, Jawa Timur; Desa Tempuran, Lampung; dan Desa Karang Sari, Sumatra Selatan akan diperluas untuk diterapkan ke daerah-daerah lain melalui optimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

    OJK juga telah memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak covid-19 hingga Maret 2022 untuk memberikan ruang lebih bagi dunia usaha dan sektor jasa keuangan agar dapat bangkit kembali di tengah pandemi.

    OJK juga akan terus memfasilitasi insentif bagi UMKM termasuk subsidi bunga, program penjaminan bagi kredit UMKM dan korporasi, serta menunda sementara penerapan beberapa standar internasional.

    "OJK meyakini pemulihan ekonomi secara bertahap dan berkelanjutan di daerah-daerah akan menopang pemulihan ekonomi nasional yang lebih solid dan cepat," tutup OJK.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id