BI: Pekan Ini, Dana Asing Masuk Rp6,06 Triliun

    Husen Miftahudin - 08 Januari 2021 18:07 WIB
    BI: Pekan Ini, Dana Asing Masuk Rp6,06 Triliun
    Ilustrasi aliran modal asing - - Foto: dok AFP
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing kembali membanjiri pasar keuangan domestik selama sepekan. Berdasarkan data transaksi pada 4-7 Januari 2021, dana-dana dari investor asing (nonresiden) di pasar keuangan domestik mengalir (beli neto/capital inflow) sebesar Rp6,06 triliun.

    Mengalirnya modal asing ke pasar keuangan domestik ditopang oleh derasnya pembelian di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dengan catatan inflow sebesar Rp5,03 triliun. Sementara dana asing di pasar saham juga tercatat masuk pasar domestik sebanyak Rp1,03 triliun.

    "Berdasarkan data setelmen selama 2021 secara year to date (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik (masih tercatat) jual neto sebesar Rp10,41 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 8 Januari 2021.

    Adapun premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun turun di 65,45 bps per 7 Januari 2021 dari 66,06 bps per 31 Desember 2020. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.

    Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.

    Sayangnya, aliran dana asing yang membanjiri pasar keuangan domestik tak mampu membuat nilai tukar rupiah menyalip dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini. Rupiah tergilas, dari Rp13.890 per USD pada penutupan perdagangan Kamis, 7 Januari 2021 menjadi Rp13.900 per USD pada Jumat pagi, 8 Januari 2021.

    Namun menguatnya otot mata uang Garuda tersebut tak bertahan lama, rupiah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan akhir pekan ini. Bahkan pada penutupan perdagangan, rupiah tak mampu melawan kekuatan dolar sehingga mengalami pelemahan meski tipis.

    Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke posisi Rp14.020 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.967 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 110 poin atau setara 0,79 persen dengan rentang gerak harian rupiah berada di level Rp13.967 per USD sampai Rp14.025 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di jalur merah di posisi Rp14.057 per USD. Rupiah melemah 122 poin atau setara 0,88 persen dari Rp13.935 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.058 per USD atau melemah 120 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp13.938 per USD.

    Bank Indonesia, tegas Erwin, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Erwin.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id