Sentimen Positif Domestik Bikin Rupiah Kembali Gilas Dolar AS

    Husen Miftahudin - 06 Januari 2021 16:40 WIB
    Sentimen Positif Domestik Bikin Rupiah Kembali Gilas Dolar AS
    Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo.
    Jakarta: Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 4,4 persen pada 2021 yang didasarkan pada langkah pemerintah mendistribusikan vaksin yang efektif pada kuartal I-2021. Sentimen positif tersebut membuat kurs rupiah perkasa menggilas dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini.

    Meskipun demikian, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengingatkan bahwa aktivitas ekonomi masih belum kembali sepenuhnya seperti sebelum pandemi covid-19. Sebab, dampak pandemi bersifat jangka panjang.

    "Pada Oktober 2020 lalu, Bank Dunia juga sempat memprediksikan skenario terburuk. Apabila ekonomi RI tahun lalu cuma tumbuh minus dua persen, laju ekonomi 2021 cuma tiga persen," ungkap Ibrahim Assuaibi keterangannya yang diterima Medcom.id, Rabu, 6 Januari 2021.

    Sementara, apabila ekonomi tumbuh minus 1,6 persen pada 2020, maka laju ekonomi 2021 tumbuh sebesar 4,4 persen. Ekonomi Indonesia juga diprediksi semakin positif tahun depan. Bank Dunia meramalkan ekonomi Indonesia menyentuh 4,8 persen pada 2022.

    Guna membatasi penyebaran covid-19, pemerintah secara resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat. Hal ini berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali yang penyebaran covid-19 relatif lebih tinggi.

    Adapun pembatasan yang akan dilakukan adalah Work From Office (WFO) menjadi 25 persen dan Work From Home (WFH) menjadi 75 persen. Kemudian pembatasan kegiatan belajar mengajar, dan masih bersifat daring.

    Untuk sektor esensial khusus seperti kebutuhan pokok masih akan beroperasi 100 persen namun dengan protokol kesehatan. Jam buka pusat perbelanjaan atau mal juga dibatasi hingga pukul 19.00 WIB.

    Pengunjung restoran juga dibatasi maksimal hanya 25 persen, pemesanan makanan pun harus take away, sedangkan delivery tetap buka. Sektor konstruksi masih tetap berjalan 100 persen dengan protokol kesehatan ketat dan rumah ibadah dibatasi 50 persen. Fasilitas umum ditutup sementara.

    "Dengan membaiknya data ekonomi, baik eksternal maupun internal, membuat pelaku pasar optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi baik global maupun Indonesia akan kembali membaik sehingga pelaku pasar kembali optimistis dan aliran modal asing akan kembali masuk dalam pasar finansial dalam negeri," imbuh Ibrahim.

    Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat tipis dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp13.895 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 20 poin atau setara 0,14 persen.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp13.935 per USD. Rupiah menguat enam poin atau setara 0,04 persen dari Rp13.942 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp13.926 per USD atau menguat 19 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp13.945 per USD.

    "Untuk perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka melemah di level Rp13.850 per USD sampai Rp13.920 per USD," tutup Ibrahim.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id