Sandang dan Bahan Bakar Topang Perbaikan Penjualan Eceran

    Husen Miftahudin - 12 Januari 2021 13:29 WIB
    Sandang dan Bahan Bakar Topang Perbaikan Penjualan Eceran
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran secara bulanan tumbuh membaik meski masih dalam fase kontraksi. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2020 yang tumbuh minus 1,2 persen(mtm), membaik dari minus 5,3 persen (mtm) pada Oktober 2020.

    Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang, dengan penjualan sandang, bahan bakar kendaraan bermotor, serta suku cadang dan aksesoris tumbuh positif. Secara tahunan, kinerja penjualan eceran periode November 2020 mengalami kontraksi.

    "Pertumbuhan IPR secara tahunan pada November 2020 sebesar minus 16,3 persen (yoy), sedikit lebih dalam dari minus 14,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya, terutama dipengaruhi oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Selasa, 12 Januari 2021.

    Pada Desember 2020, kinerja penjualan eceran secara bulanan diprakirakan meningkat. IPR Desember 2020 diprakirakan tumbuh sebesar 2,9 persen (mtm), didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

    Seluruh kelompok diprakirakan mengalami pertumbuhan yang positif, terutama pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Secara tahunan, kinerja penjualan eceran pada Desember 2020 diprakirakan masih dalam fase kontraksi dengan pertumbuhan IPR sebesar minus 20,7 persen (yoy).

    Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang (Februari 2021) diprakirakan meningkat, sementara pada enam bulan mendatang (Mei 2021) menurun. Indikasi peningkatan harga pada Februari 2021 tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 150,4, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 139,8.

    "Responden memperkirakan peningkatan harga pada Februari 2021 terutama disebabkan oleh adanya momen perayaan keagamaan dan gangguan distribusi akibat cuaca yang kurang mendukung," papar Erwin.

    Sementara itu, IEH enam bulan yang akan datang sebesar 161,7 lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 163,9 sejalan dengan pasokan yang relatif terjaga saat momen Ramadan dan Idulfitri didukung oleh distribusi yang lancar.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id