BNI Layani Transaksi Bilateral Mata Uang Lokal RI-Jepang

    Eko Nordiansyah - 31 Oktober 2020 17:01 WIB
    BNI Layani Transaksi Bilateral Mata Uang Lokal RI-Jepang
    Ilustrasi mata uang Yen Jepang - - Foto: dok AFP
    Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang melayani transaksi bilateral untuk mata uang rupiah dan yen Jepang. BNI ditunjuk oleh dua otoritas keuangan, yaitu Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan Jepang sebagai Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

    BI dan Kementerian Keuangan Jepang sebelumnya telah mengimplementasikan rencana penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan bilateral dan investasi langsung atau Local Currency Settlement (LCS) antara kedua negara tersebut.

    Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan masing-masing negara bisa menggunakan kuotasi nilai tukar secara langsung. Dengan demikian, transaksi LCS akan dapat mengurangi risiko terkait fluktuasi nilai tukar yang mungkin terjadi saat setelmen serta dapat menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

    “Bagi para pelaku pasar, seperti misalnya investor dari Jepang, transaksi LCS menjadi salah satu opsi baru dalam transaksi yang lebih mudah dan aman," kata Corina dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 31 Oktober 2020.

    Melalui keberadaan Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI di Tokyo dan Osaka, BNI telah memiliki rekening special purpose non-resident account (SNA) Yen Jepang (JPY) di bank ACCD Jepang dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, investor Jepang yang hendak berinvestasi di Indonesia juga dapat membuka rekening sub-SNA IDR di BNI.

    Sebagai bank ACCD, BNI berpeluang untuk menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) serta mendiversifikasikan produk dan layanannya kepada para nasabah internasional tersebut. Adapun produk dan layanannya adalah seperti pembukaan rekening giro dan cash managementforeign exchange (forex), penerbitan letter of credit (L/C), pemberian fasilitas modal kerja, penyediaan informasi tentang kondisi perekonomian, iklim investasi, hingga menyelesaikan perizinan, serta relokasi usaha di Indonesia.

    "Saat ini, di Indonesia terdapat lebih dari 1.500 perusahaan yang merupakan bagian dari investasi Jepang dengan bentuk joint venture atau anak perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar adalah nasabah Bank Pembangunan Daerah di Jepang (Japan Regional Banks/JRB) yang berinvestasi di Indonesia. Sebagian besar merupakan perusahaan berbasis teknologi,” ujarnya.

    JRB tidak memiliki kantor cabang di Indonesia, sehingga BNI memanfaatkan kondisi tersebut dengan memberikan pelayanan perbankan lengkap bagi JRB beserta nasabah JRB di Indonesia, termasuk transaksi LCS. Dengan begitu, diharapkan akan lebih banyak investor yang berinvestasi di Indonesia berkat kemudahan LCS tersebut.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id