5 Tips Investasi Sekali Bayar bagi Para Pemula

    Angga Bratadharma - 29 Oktober 2020 13:02 WIB
    5 Tips Investasi Sekali Bayar bagi Para Pemula
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Investasi dapat dilakukan dengan berbagai metode. Selain dengan cara cost averaging atau secara berkala, investasi bisa juga dilakukan dengan cara lump sum atau sekali bayar. Investasi diperlukan bagi seseorang guna memaksimalkan pengelolaan keuangan guna mencapai target kemapanan finansial.

    Istilah lump sum merupakan istilah universal yang menggambarkan cara pembayaran secara tunggal, atau sekali bayar. Namun istilah ini memang cukup akrab di dunia investasi, asuransi, perbankan, lelang, akuntansi, hingga yang berkaitan dengan pembayaran gaji maupun tunjangan.

    Beberapa instrumen investasi seperti deposito, obligasi, sukuk, atau pendanaan P2P lending juga hanya bisa dibeli dengan cara lump sum, dan tidak bisa dibeli dengan cara berkala. Namun sejatinya, lump sum bisa digunakan untuk instrumen apapun baik itu saham, reksa dana, hingga emas sekali pun.

    Lantas apa saja yang harus diperhatikan sebelum kita memutuskan untuk berinvestasi secara lump sum bagi pemula? Mengutip Lifepal, Kamis, 29 Oktober 2020, berikut tipsnya.

    Pertama, lump sum cukup berguna bagi investor pemula yang belum disiplin berinvestasi. Dalam perencanaan keuangan, nilai dari rasio menabung yang ideal minimal 10 persen dari penghasilan bulanan. Namun, menyisihkan uang 10 persen dari penghasilan per bulan bagi seorang investor pemula atau yang belum pernah berinvestasi menjadi hal berat.

    Satu kelebihan dari investasi lump sum adalah tidak perlu lagi mengeluarkan uang per bulan atau menyetorkan uang untuk berinvestasi. Hanya dengan sekali bayar maka investor hanya perlu menunggu hingga jatuh tempo atau hingga memasuki waktu di mana instrumen investasinya sudah harus dicairkan.

    Kedua, lump sum kurang menguntungkan dengan modal kecil. Semakin besar modal investasi yang disetor dengan cara lump sum semakin besar pula keuntungan yang didapat. Namun jika hanya menggunakan modal kecil atau terbatas, makin kecil pula imbal hasilnya.

    Ketiga, jika mau lump sum pilih instrumen pendapatan tetap yang rendah risiko. Imbal hasil dalam investasi sejatinya bisa dibedakan menjadi dua jenis. Pertama capital gain atau meningkatnya nilai atau harga sebuah instrumen investasi. Kedua adalah imbal hasil yang bersifat pendapatan tetap.

    Disebut pendapatan tetap karena instrumen keuangan tersebut menyediakan pembayaran bunga berkala kepada investor, dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo. Beberapa instrumen investasi yang bisa memberikan pendapatan tetap dan umum dimiliki investor retail adalah deposito dan surat utang negara atau swasta, baik yang berupa obligasi maupun sukuk.

    Kempat, lump sum lebih cocok untuk investasi jangka pendek hingga menengah. Investasi lump sum tentu lebih cocok digunakan pemula guna memenuhi kebutuhan jangka pendek hingga menengah. Sebut saja untuk periode investasi di bawah lima tahun, seperti persiapan menikah, membayar uang muka pembelian rumah, hingga beribadah ke Tanah Suci.

    Kelima, sebelum berinvestasi, hitung target dana yang dibutuhkan dengan investasi lump sum. Sebelum melakukan pembelian suatu instrumen investasi dengan cara lump sum, hitunglah terlebih dulu untuk kebutuhan dana di masa depan. Seseorang bisa menggunakannya dengan metode future value.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id