Juara! Rupiah Sore Ini ke Level Rp14.197/USD

    Husen Miftahudin - 10 Mei 2021 16:21 WIB
    Juara! Rupiah Sore Ini ke Level Rp14.197/USD
    Ilustrasi. Foto: dok MI.



    Jakarta: Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore ini semakin perkasa. Mata uang Garuda tersebut terus melibas kekuatan dolar AS.

    Mengutip data Bloomberg, Senin, 10 Mei 2021, pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat hingga 88 poin atau setara 0,61 persen ke posisi Rp14.197 per USD dari Rp14.285 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

     



    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.195 per USD. Rupiah menguat 90 poin atau setara 0,63 persen dari Rp14.285 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.198 per USD atau melompat hingga 91 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.289 per USD.

    Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih perkasa. Meskipun dolar mengalami kenaikan pada Senin pagi di Asia, tetapi mata uang Negeri Paman Sam tersebut masih berada pada level terendah dalam dua bulan terakhir.

    "Investor terus menilai laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan minggu sebelumnya, dan implikasinya terhadap kebijakan moneter menjelang data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 10 Mei 2021.

    Pemerintah AS merilis laporan ketenagakerjaan April yang mengatakan bahwa non-farm payrolls naik sebanyak 266 ribu selama sebulan, jauh di bawah perkiraan kenaikan 978 ribu. Sementara tingkat pengangguran juga naik ke 6,1 persen atau lebih tinggi dari perkiraan April.

    "Angka yang mengecewakan itu dikaitkan dengan kurangnya pekerja dan bahan baku, meskipun ketika situasi covid-19 mulai membaik dan langkah-langkah pemerintah menggelontorkan stimulus guna mendorong pemulihan ekonomi dari covid-19," paparnya.

    Menurut Ibrahim, angka tersebut jauh dari apa yang diharapkan. Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin menambahkan bahwa pihaknya akan mempertahankan kebijakan moneter dovish sebelum kemajuan substansial lebih lanjut.

    "Hal ini mengurangi tekanan pada Fed untuk berbicara sebelum waktunya tentang tapering. Mereka ingin bersabar dan menunda," kata Kepala Investasi Raymond James di Baltimore, Maryland, Larry Adam, seperti diungkap Ibrahim.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id