BEI Paparkan Beda IPO dengan e-IPO

    Annisa ayu artanti - 29 Juli 2020 21:26 WIB
    BEI Paparkan Beda IPO dengan e-IPO
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan sistem penawaran umum elektronik atau electronic Indonesia Public Offering (IPO) pada 10 Agustus 2020.

    Lantas apa bedanya e-IPO dengan IPO konvensional?

    Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI Ignatius Denny Wicaksono mengatakan sistem ini bertujuan untuk menyediakan akses yang mudah dijangkau oleh seluruh investor dan perusahaan efek untuk berpartisipasi dalam proses penawaran umum. Khususnya dalam tahap penyampaian peminatan pada masa book building dan tahap penyampaian pesanan saham pasar perdana pada masa offering.

    Sistem e-IPO ditujukan untuk memperluas partisipasi Perusahaan Efek sebagai selling agent dalam proses penawaran umum.

    "Intinya pelaksanaan e-IPO ini untuk meningkatkan proses penawaran umum," kata Denny dalam diskusi virtual, Rabu, 29 Juli 2020.

    Selain itu melalui sistem e-IPO ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan penyebaran kepemilikan saham khususnya bagi para investor ritel pada pasar perdana, sehingga diharapkan akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar sekunder.

    Sebelumnya, investor yang ingin memesan saham pada pasar perdana hanya dapat dilakukan melalui penjamin pelaksana emisi efek atau sindikasi penawaran umum, atau datang ke gerai penawaran umum.

    Dengan adanya e-IPO, investor yang ingin membeli saham Initial Public Offering (IPO) dapat langsung mengakses situs https://e-ipo.co.id atau melalui Partisipan Sistem e-IPO yang telah terdaftar.

    "Nanti kalau ini sudah berlaku, bapak ibu bisa langsung akses aja di e-ipo.co.id," ucapnya.

    Diharapkan investor dapat berpartisipasi dengan mudah dalam seluruh penawaran umum.

    Sistem e-IPO mencakup seluruh fase proses penawaran umum, mulai dari penawaran awal (book building), penawaran efek (offering), penjatahan (allotment) dan distribusi efek hasil penawaran umum.

    Seluruh perusahaan efek yang memiliki izin penjamin emisi efek atau perantara perdagangan efek dapat mendaftar untuk menjadi partisipan sistem e-IPO.

    Penerapan sistem e-IPO ini didasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 41/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk secara Elektronik, sehingga penawaran umum saham yang akan dicatatkan di bursa wajib dilaksanakan melalui Sistem e-IPO.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id