comscore

2021, Total Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi ICDX Capai Rp6.900 Triliun

Husen Miftahudin - 03 Januari 2022 20:18 WIB
2021, Total Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi ICDX Capai Rp6.900 Triliun
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Lamon Rutten melaporkan sepanjang 2021 total nilai transaksi perdagangan berjangka komoditi di ICDX mencapai lebih dari Rp6.900 triliun.

Selain itu, ICDX juga mencatatkan kenaikan pertumbuhan transaksi multilateral di 2021 sebesar 54,5 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh transaksi kontrak-kontrak berukuran lebih kecil, yakni mini dan mikro yang tergabung dalam produk derivatif multilateral emas, minyak mentah, dan valuta asing (GOFX).
"Volume transaksi kontrak mini GOFX pada periode Januari-November 2021 mencatatkan pertumbuhan hingga 111 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara kontrak mikro GOFX mencatatkan pertumbuhan sebesar 112 persen untuk periode yang sama," ujar Rutten dalam acara Pembukaan Perdagangan Berjangka Komoditi 2022 secara virtual, Senin, 3 Januari 2022.

Rutten menambahkan, ICDX pada 2021 juga berhasil meraih pencapaian penting lainnya. Di antaranya menjadi perusahaan pasar fisik timah ICDX mencapai nilai transaksi hingga Rp13 triliun, dengan rekor harga tertinggi USD41 ribu per metrik ton (MT). Angka ini lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan dengan harga di tahun lalu.

Proyeksi 2022

Pada 2022, ICDX berkomitmen untuk menyediakan ekosistem yang terintegrasi dengan baik dan terpercaya untuk perdagangan komoditas, dengan terus mengembangkan industri perdagangan berjangka komoditi. Salah satunya adalah dengan berpartisipasi dalam pasar karbon.

Kredit karbon diklasifikasikan sebagai komoditi tidak berwujud (intangible) yang dapat diperdagangkan. Di Indonesia, perdagangan kredit karbon secara aspek hukum juga dianggap sebagai komoditi. Hal ini tercantum pada definisi komoditi di Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Mengingat Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam menyelenggarakan perdagangan kredit karbon dan mengambil peranan penting di tingkat global. Luasnya alam nusantara dapat berkontribusi secara signifikan dalam ketersediaan kredit karbon, potensinya juga mampu mendorong kesejahteraan perekonomian bangsa.

Komisaris Utama ICDX Said Aqil Siradj mengatakan, sebagai bursa komoditi, ICDX turut mendukung tujuan pemerintah untuk menurunkan emisi karbon Indonesia. ICDX tidak hanya menyediakan infrastruktur pasar yang terorganisir, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kontribusi Indonesia dalam pengurangan emisi karbon.

"Dalam tahun-tahun mendatang, ICDX berkomitmen untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dengan fokus pada penurunan emisi karbon," tegas Said.

Sementara Head of Carbon Market ICDX Group M Zulfal Faradis menjelaskan pihaknya akan mengadvokasi dan mengusahakan misi netral karbon kepada anggota dan pemangku kepentingan ekosistem bisnis ICDX.

"Hal tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan workshop, serta membentuk program sadar jejak karbon untuk internal perusahaan," pungkas dia.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id