comscore

Rupiah Terjun Bebas Imbas Penantian Pelaku Pasar terhadap Keputusan Bank Sentral Eropa

Husen Miftahudin - 09 Juni 2022 16:26 WIB
Rupiah Terjun Bebas Imbas Penantian Pelaku Pasar terhadap Keputusan Bank Sentral Eropa
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terjun bebas pada penutupan perdagangan hari ini. Pelemahan mata uang Garuda tersebut karena dipicu oleh penantian para pelaku pasar yang menantikan keputusan Bank Sentral Eropa soal suku bunga acuan.

"Pertemuan Bank Sentral Eropa dan keputusan kebijakannya di kemudian hari tetap menjadi fokus terbesar para pelaku pasar keuangan," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Kamis, 9 Juni 2022.
Bank Sentral Eropa diyakini akan menurunkan keputusan kebijakannya, dan mengumumkan penghentian pembelian obligasi. Sementara itu, data indeks harga konsumen (CPI) AS, CPI Tiongkok, dan indeks harga produsen (PPI) akan dirilis besok.

"Data perdagangan Tiongkok akan dirilis hari ini. Di Asia-Pasifik, The Reserve Bank of India menaikkan suku bunga menjadi 4,90 persen, di atas perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com tentang kenaikan menjadi 4,80 persen," paparnya.

Diketahui bahwa data pemerintah yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan ekspor Tiongkok tumbuh 16,9 persen (yoy) pada Mei 2022 karena pembatasan covid-19 dan gangguan produksi dan logistik mereda, mengalahkan ekspektasi pasar.

Prakiraan yang disiapkan oleh Investing.com menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,0 persen, sementara pertumbuhan 3,9 persen tercatat pada April 2022. Imbal hasil Treasury 10-tahun naik ke 3,03 persen, yang menahan harga emas.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa Pemerintahan Biden berusaha untuk 'mengkonfigurasi ulang' tarif impor Tiongkok. Tetapi di sisi lain juga memperingatkan pemotongan itu tidak akan menjadi 'obat mujarab' untuk meredakan inflasi yang tinggi.

"Investor juga masih khawatir tentang resesi yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga. Hal tersebut menambah prospek pertumbuhan global yang suram. Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperingatkan perang di Ukraina telah membuat prospek ekonomi dunia lebih suram, sehingga memangkas perkiraan pertumbuhannya," terang dia.

Dari faktor domestik, Ibrahim memandang bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu yang paling resilien di tengah berbagai risiko global yang mengalami peningkatan.

Dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) Juni 2022, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di tingkat 5,1 persen untuk tahun 2022 atau hanya turun 0,1 poin persentase (pp) dari proyeksi sebelumnya.

"Proyeksi tersebut masih berada dalam kisaran outlook pemerintah yakni 4,8 persen hingga 5,5 persen. Dalam laporan tersebut, Bank Dunia mengemukakan bahwa perekonomian Indonesia akan mendapat dorongan dari kenaikan harga komoditas," terang Ibrahim.

Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.566 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 75 poin atau setara 0,52 persen dari posisi Rp14.491 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.555 per USD atau turun sebesar 78 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.477 per USD.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.550 per USD hingga Rp14.610 per USD," pungkas Ibrahim.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id