comscore

LPS Imbau BPR-BPRS Optimalkan Transformasi Digital untuk Pacu Bisnis

Antara - 18 Juni 2022 07:38 WIB
LPS Imbau BPR-BPRS Optimalkan Transformasi Digital untuk Pacu Bisnis
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Semarang: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) bersikap adaptif dan terus mempersiapkan diri dalam memanfaatkan transformasi digital dengan tetap memitigasi risiko yang timbul.

"Digitalisasi merupakan keniscayaan bagi perbankan karena bank harus bisa adaptif dengan kebutuhan masyarakat. Nasabah semakin menginginkan kecepatan dan kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan di tengah perkembangan teknologi informasi," kata anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono, dikutip dari Antara, Sabtu, 18 Juni 2022.

Ia menjelaskan, dalam menghadapi akselerasi transformasi digital khususnya di sektor perbankan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan BPR-BPRS dalam menghadapi risiko terkait keamanan data dan perlindungan konsumen yang memadai.
"Pemanfaatan teknologi serta penyediaan produk dan layanan perbankan berbasis digital sebenarnya memiliki sejumlah risiko keamanan seperti kebocoran data dan serangan siber, sehingga BPR-BPRS dituntut untuk mampu menyediakan sistem keamanan IT yang andal," ujarnya.

Menurut dia, BPR-BPRS memiliki berbagai peluang yang bisa dieksplorasi antara lain, pertumbuhan permintaan atas BPR-BPRS yang mampu menyediakan produk dan layanan perbankan berbasis digital yang inovatif dan variatif, murah, aman, serta mudah diakses di mana saja dan kapan saja bisa menjadi peluang untuk mempercepat transformasi digitalnya.

"Semisal, Perbarindo juga bekerja sama dengan Finnet Indonesia untuk mengembangkan BPR e-cash yaitu semacam uang elektronik berbasis mobile web. Dengan ini, diharapkan BPR-BPRS bisa melayani nasabah secara digital melalui smartphone," katanya.


Contoh inisiatif yang sudah dilakukan, lanjut dia, adalah pengembangan BPR Digi yang merupakan aplikasi mirip mobile banking, namun hanya bisa digunakan untuk layanan dasar seperti cek saldo dan tidak bisa transfer dana.

"Mobile banking tersebut nantinya terdiri dari pembukaan deposito online, pembukaan tabungan online, penarikan tunai di ATM tanpa kartu, pembayaran, dan pembelian," ujarnya.

Skema penjaminan

Hingga April 2022 dengan skema penjaminan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, terdapat 473.896.016 rekening bank umum atau sekitar 99,93 persen dari total rekening yang dijamin penuh oleh LPS.

Kemudian, jumlah rekening nasabah BPR-BPRS yang dijamin seluruh simpanannya per Maret 2022 adalah sebesar 99,98 persen dari total rekening atau setara dengan 14.515.423 rekening.

Selain itu, Didik mendorong BPR-BPRS untuk go public yang akan berdampak positif pada penguatan permodalan, peningkatan efisiensi dan profitabilitas, serta memperkuat pelaksanaan good corporate governance bagi BPR-BPRS.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id