comscore

Kuartal I, Penyaluran Pembiayaan BFI Finance Melesat 61,8% Jadi Rp4,8 Triliun

Angga Bratadharma - 03 Mei 2022 12:02 WIB
Kuartal I, Penyaluran Pembiayaan BFI Finance Melesat 61,8% Jadi Rp4,8 Triliun
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Tangerang Selatan: PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatat rekor nilai pembiayaan baru (booking) per kuartal I-2022 mencapai Rp4,8 triliun. Nilai ini meningkat sebanyak 61,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya dan 10,9 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Peningkatan nilai booking ini turut mengatrol jumlah total piutang yang dikelola yang naik 14,3 persen dibandingkan dengan kuartal I-2021 menjadi Rp15,6 triliun. Rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto tetap stabil membaik di angka 1,06 persen dan neto sebesar 0,26 persen. Sementara nilai aset dilaporkan sebesar Rp16,4 triliun, atau lebih tinggi 15,4 persen yoy.
"Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi serta peningkatan kebutuhan dan konsumsi jelang Ramadan juga turut mendukung kinerja perseroan sepanjang kuartal satu kemarin," ujar Sudjono, Direktur Keuangan yang sekaligus Corporate Secretary BFI Finance, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 3 Mei 2022.

Dengan kondisi ekonomi dan kinerja yang membaik, tambahnya, BFIN mulai menurunkan cadangan kerugian piutang dari 7,6 persen di kuartal I-2021 menjadi 5,4 persen di kuartal I-2022. "Namun demikian, perusahaan tetap fokus dalam menerapkan manajemen risiko yang pruden dengan tetap menjaga tingkat cadangan yang mencapai 5,1x besar NPF," tegas Sudjono.

Per 31 Maret 2022, sisa nilai piutang dari kontrak yang melakukan relaksasi terkait pandemi covid-19 tersisa 6,9 persen dari keseluruhan nilai piutang pembiayaan yang dikelola atau turun secara signifikan dari nilai persentase tertinggi 35,5 persen di September 2020.

Sebagian besar dari piutang relaksasi tersebut sudah dalam tahap pembayaran normal, dengan 1,3 persen sisanya masih dalam program relaksasi. Diharapkan piutang relaksasi ini dapat dituntaskan sepenuhnya di 2022 mengingat sejak akhir 2021 kurvanya sudah terus menurun.

Piutang pembiayaan yang dikelola

Untuk piutang pembiayaan yang dikelola berdasarkan jenis aset, komposisi mobil (bekas dan baru) sebesar 70,7 persen disusul oleh alat berat dan mesin sebesar 12,5 persen. Sisanya adalah motor bekas 10,4 persen, dan lainnya 6,4 persen seperti Property-Backed Financing (PBF).

Sedangkan laba bersih mencapai Rp396 miliar di kuartal I-2022 atau meningkat 72,5 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan laba yang tinggi ini tidak terlepas dari bertumbuhnya pendapatan total sebesar 18,4 persen yoy menjadi Rp1,2 triliun dan diimbangi dengan penurunan total biaya sebesar 3,6 persen .

"Kami tetap mempertahankan tata kelola yang baik dan kehati-hatian dalam berbisnis untuk bertumbuh secara sehat serta transformasi digital guna melayani konsumen dan mitra bisnis kami lebih baik lagi," pungkas Sudjono.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id