Bank Mayapada Siap Naik Kelas ke BUKU 4

    Desi Angriani - 13 Juli 2020 16:55 WIB
    Bank Mayapada Siap Naik Kelas ke BUKU 4
    Bank Mayapada siap naik kelas jadi BUKU 4. Foto: Dok. Bank Mayapada
    Jakarta: PT Bank Mayapada Tbk bersiap masuk ke dalam jajaran kelompok Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 4. Bank milik pengusaha Sri Dato Sri Tahir ini memiliki modal inti di atas Rp30 triliun.

    Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi mengatakan tambahan modal tersebut berasal dari grup institusi finansial terbesar Taiwan, Cathay Life Insurance Co. Ltd.

    "Ya, Cathay sekarang sudah 40 persen dan mereka adalah financial institutions yang paling besar di Taiwan. Mereka akan ikut memperkuat permodalan PT Bank Mayapada. Pak Tahir mengharapkan dengan mereka memperkuat permodalan, tidak menutup kemungkinan menjadikan Bank Mayapada menjadi BUKU 4," kata Hariyono kepada wartawan di Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.

    Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengatakan Bank Mayapada tengah dalam proses due diligence untuk menambah persentase kepemilikannya.

    "Itu sudah melakukan due diligence, kemungkinan besok sudah clear. Kalau sudah clear nanti ada KJPP, tinggal masalah harga, tinggal injeksi modal dia mau berapa, sehingga dia menguasai berapa," ungkap dia.

    Slamet menjelaskan suntikan modal Cathay masuk melalui aksi korporasi yang dilakukan Bank Mayapada dengan menerbitkan saham baru atau rights issue. Melalui mekanisme itu, Cathay akan menjadi pemegang mayoritas saham Bank Mayapada.

    "Dia akan menjadi mayoritas, mungkin Pak Tahir akan dilusi atau turun kepemilikannya. Ya tidak apa-apa, yang penting dia punya kemampuan keuangan yang bagus dan punya komitmen untuk pengembangan bank yang lebih baik," jelasnya.

    Adapun pemegang saham emiten berkode MAYA per 31 Maret 2020 antara lain, PT Mayapada Karunia 26,42 persen, PT Mayapada Kasih 3,30 persen, Galasco Investments Limited 12,67 persen, Unity Rise Limited 7,31 persen, JPMCB Cathay Life Insurance Co Ltd 37,33 persen, dan masyarakat 12,97 persen.

    Sementara itu, tercatat baru ada tujuh bank BUKU 4, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Panin Tbk (PNBN), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

    Ada empat kategori bank dari BUKU I hingga BUKU IV, berdasarkan modal inti. BUKU 1, adalah bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun.
     
    Sementara BUKU 2 adalah bank dengan modal inti antara Rp1 triliun-Rp5 triliun. Kemudian BUKU 3 adalah bank dengan modal inti antara Rp5 triliun-Rp30 triliun. Selanjutnya, BUKU 4 adalah bank dengan modal inti lebih besar atau minimal Rp30 triliun.  
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id