Produsen Baja Nasional Tambah Investasi Rp12 Triliun

    Ade Hapsari Lestarini - 11 Juli 2020 14:16 WIB
    Produsen Baja Nasional Tambah Investasi Rp12 Triliun
    Industri baja. Foto: AFP.
    Jakarta: Produsen baja swasta nasional PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) menambah investasi sebesar USD850 juta atau sekitar Rp12 triliun untuk meningkatkan efisiensi produksi dan ekspansi pasar. Investasi ini terjadi di tengah pandemi covid-19 yang ditandai dengan melemahnya permintaan pasar.

    "Kami ingin memastikan posisi kami semakin solid sebagai salah satu market leader dalam industri baja nasional," kata Presiden Komisaris PT GRP Tbk Tony Taniwan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Dia mengatakan investasi tersebut saat ini sudah berjalan dan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar USD370 juta (Rp5,2 triliun) pada periode 2019-2021 dan tahap kedua sebesar USD480 (Rp6,8 triliun) pada periode 2021-2023.

    Chief Technical Officer GRP Biplab Kumar Dutta menjelaskan bahwa investasi tahap pertama dilakukan untuk pengembangan mesin pembuat besi siku, H beam dan besi tipe U (Light Section Mills), mesin peleburan besi baja (Blast Furnace), trafo penambah daya (Transformer), mesin pembuat H beam, dan besi siku ukuran besar (Medium Section Mill).

    Sedangkan pada tahap kedua ekspansi akan dilakukan untuk mengembangkan mesin pembuat pipa, mesin pemotong coil (Cut to Length), serta pabrik hot rolled coil (CSP Plant and Aux). "Kontrak untuk investasi tahap kedua sudah ditandatangani dan siap berjalan," tegas Dutta.

    Produsen baja GRP berdiri sejak 50 tahun lalu di sebuah garasi kecil di Medan. Perusahaan yang didirikan tiga bersaudara dan dipimpin Djamaluddin Tanoto, Kamaruddin dan Ibu Margaret Leroy Lie tersebut, awalnya hanya memasok peralatan bagi perkebunan di Sumatera Utara. Berkat visi para pendiri, perusahaan kemudian berekspansi ke Jawa, sampai akhirnya pada September 2019 memutuskan untuk go public.

    Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 8.000 karyawan tersebut saat ini memiliki pabrik dan fasilitas pendukung seluas lebih dari 250 hektare di Cikarang, Bekasi. GRP memiliki kapasitas produksi baja sebesar 2,8 juta ton per tahun atau setara dengan 12 persen dari kapasitas baja nasional. Selain untuk memenuhi pasar domestik, produksi baja GRP juga diekspor ke berbagai negara, seperti Asia, Australia, Timur Tengah dan sejumlah negara lain.

    Strategi Matang

    Sementara itu Ketua Dewan Kehormatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulistyo menilai positif langkah produsen baja seperti GRP yang terus menambah investasi di tengah pandemi covid-19. Menurut Suryo, perusahaan tentu sudah memperhitungkan langkah bisnis yang ditempuh.

    "Mereka tentu punya strategi matang. Bisa jadi, perusahaan melihat peluang pasar baja yang cukup terbuka. Ketika perusahaan lain sedang kontraksi, perusahaan ini justru mendahului. Jadi ketika situasi sudah membaik dan permintaan juga meningkat, perusahaan ini sudah melangkah lebih maju," jelas Suryo.

    Keputusan tersebut, menurut Suryo juga berdampak positif terhadap tenaga kerja. Tidak saja bisa menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang banyak terjadi di berbagai sektor. Lebih dari itu, lanjutnya, investasi yang dilakukan juga berdampak terhadap pembukaan lapangan pekerjaan baru. "Jadi, ini baik sekali dan harus didukung. Apalagi dampak covid-19 terhadap peningkatan angka PHK memang cukup besar," jelasnya.

    Dalam konteks itu, Suryo berharap bahwa Pemerintah juga memberi dukungan terhadap industri baja di Tanah Air. Suryo sependapat, industri baja merupakan aset nasional yang memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id