OJK Diminta Perketat Pengawasan di Industri Keuangan

    Eko Nordiansyah - 24 Juni 2020 17:57 WIB
    OJK Diminta Perketat Pengawasan di Industri Keuangan
    Ilustrasi OJK - - Foto: Antara/ Aditya
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta melakukan perbaikan di sisi pengawasan terhadap pelaku industri keuangan. Hal tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi efek negatif gagal bayar di sejumlah perusahaan investasi, asuransi, hingga emiten.

    "Apabila hal ini tidak segera diperbaiki, maka menyebabkan kredibilitas para komisioner OJK akan menurun. Yang berbahaya itu adalah pembiaran terhadap menurunnya kredibilitas para komisioner pasti akan menurunkan kredibilitas lembaga OJK," kata Anggota Komisi XI DPR Hidayatullah kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Menurutnya kasus gagal bayar disebabkan oleh belum optimalnya pengawasan OJK. Kejadian tersebut juga tak terlepas dari adanya tumpang tindih antara tugas dan fungsi lembaga yang dipimpin Wimboh Santoso tersebut.

    Hingga kini sumber pendanaan OJK masih berasal dari iuran para pelaku industri keuangan. Padahal di waktu yang sama, jajaran OJK memiliki tugas dan fungsi sebagai regulator dan pengawas jalannya industri keuangan Indonesia.

    Berangkat dari hal ini, Hidayatullah mendorong pembiayaan terhadap anggaran OJK bisa diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    "Mungkin ke depan bisa disiasati iuran ini masuk dari pintu pendapatan di pemerintah lalu pemerintah yang memberikan anggaran ke OJK. Sehingga OJK sebagai pengawas dan regulator tidak punya hubungan langsung (dukungan dana) dari industri keuangan yang diawasi," tambah dia.


    Adapun sejumlah kasus gagal bayar di industri keuangan Indonesia yakni AJB Bumiputera, dan Asuransi Jiwasraya. Kasus gagal bayar di produk reksa dana juga terjadi di sejumlah manajer investasi mulai dari Emco Asset Management dan Minna Padi Asset Manajemen.

    Baru-baru ini, sejumlah asuransi juga mulai mengalami kesulitan pembayaran klaim nasabah seperti Kresna Life dan Wanaartha Life. Di luar itu, Koperasi Indosurya dan Koperasi Hanson Mitra Mandiri juga mengalami gagal bayar, disusul kredit macet perusahaan seperti Duniatex Group.

    "Atas kekhawatiran itulah akhirnya muncul pandangan orang per orang anggota DPR RI yang mewacanakan pembubaran OJK. Adapun secara kelembagaan belum pernah ada pembahasan terkait eksistensi OJK ke depan," tutup Hidayatullah.  




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id