2019, Wika Beton Bukukan Laba Bersih Rp510,71 Miliar

    Suci Sedya Utami - 27 Maret 2020 10:11 WIB
    2019, Wika Beton Bukukan Laba Bersih Rp510,71 Miliar
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) membukukan laba bersih sebesar Rp510,71 miliar di sepanjang 2019, yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019. Laba bersih tersebut meningkat dibandingkan dengan perolehan di 2018 yang sebesar Rp486,64 miliar.

    Sekretaris Perusahaan Wika Beton Yuherni Sisdwi R mengatakan dari perolehan laba tersebut sebanyak 25 persen atau senilai Rp128,1 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai pada para pemegang saham atau setara dengan dividen per share (DPS) sebesar Rp15,36.

    Kemudian 20 persen dari laba bersih atau senilai Rp102,4 miliar ditetapkan sebagai cadangan wajib dalam rangka memenuhi ketentuan UUPT. Kemudian 55 persen dari laba bersih atau senilai Rp281,8 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

    "Wika Beton mencatatkan penjualan sebesar Rp7,08 triliun, meningkat dibandingkan dengan pencapaian di 2018 sebesar Rp6,93 triliun," kata Yuherni, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.

    Adapun arus kas Wika Beton dari aktivitas operasi Rp1,12 triliun. Sementara itu, arus kas dari aktivitas investasi Rp379,29 miliar dan arus kas dari aktivitas pendanaan Rp 9,37 miliar sehingga kenaikan kas bersih Rp737,38 miliar. Dengan demikian, kas bersih awal di 2019 sebesar Rp865,02 miliar atau naik menjadi Rp1,60 triliun di akhir 2019.

    Beberapa proyek besar yang menyumbang perolehan kontrak baru hingga Desember 2019 masih didominasi proyek di bidang infrastruktur 72,80 persen, disusul proyek di sektor energi sebesar 12,06 persen, kemudian sisanya berasal dari sektor properti, industri, dan pertambangan masing-masing menyumbang sebesar 8,12 persen, 3,58 persen, dan 3,44 persen.

    Proyek-proyek tersebut yakni tol Pekanbaru-Padang Seksi Bangkinang-Pangkalan, tol Semarang-Demak, tol Balikpapan-Samarinda Paket 2, 3 & 4, Jakarta International Stadium, Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi 3A, High Speed Railway Jakarta-Bandung, Dermaga Patimban, tol Serpong-Balaraja, tol Serang-Panimbang, dan Pembangunan Infrastruktur Bandara Kulon Progo.

    Melihat positifnya hasil kinerja 2019, Wika Beton menetapkan sejumlah target pencapaian di 2020, seperti target perolehan kontrak baru sebesar Rp11,47 triliun, target penjualan sebesar Rp9,49 triliun, dan target laba bersih sebesar Rp561,2 miliar.

    "Wika Beton pun sangat optimistis mampu meraih target-target ini," ujar Yuherni.

    RUPS juga memberhentikan dengan hormat Bambang Pramujo sebagai komisaris utama, Asfiah Mahdiani sebagai komisaris independen, dan Yustinus Prastowo sebagai komisaris independen. Kemudian mengangkat Agung Budi Waskito sebagai komisaris utama, Indrieffouny Indra sebagai komisaris independen, dan Heru Wisnu Wibowo sebagai komisaris.

    Sehingga susunan Dewan Komisaris Wika Beton berubah menjadi:
    Komisaris Utama: Agung Budi Waskito.
    Komisaris: Heru Wisnu Wibowo.
    Komisaris: Yohanes Babtista Priyatmo Hadi.
    Komisaris: Herry Trisaputra Zuna.
    Komisaris Independen: Priyo Suprobo.
    Komisaris Independen: Indrieffouny Indra.

    Sementara susunan Direksi Wika Beton tetap dijabat oleh pengurus yang sama yaitu sebagai berikut:
    Direktur Utama: Hadian Pramudita.
    Direktur Teknik & Pengembangan: Sidiq Purnomo.
    Direktur Keuangan: Imam Sudiyono.
    Direktur Human Capital & Produksi: Mursyid.
    Direktur Operasi: I Ketut Pasek Senjaya Putra.
    Direktur Pemasaran: Kuntjara.

     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id