Raja Suhud
    Raja Suhud

    Investor Buru Saham Unggulan, Asing Borong hingga Rp1 Triliun

    Raja Suhud - 11 November 2020 13:44 WIB
    Investor Buru Saham Unggulan, Asing Borong hingga Rp1 Triliun
    Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan kenaikan pada perdagangan sesi pertama hari ini. Dibuka naik 12,82 poin atau 0,23 persen ke posisi 5.475, IHSG terus bergerak naik hingga menembus level psikologis 5.500 dalam empat menit perdagangan.

    IHSG akhirnya ditutup pada level 5.509 atau naik 46 poin di sesi pertama. Nilai perdagangan yang terjadi juga berada di atas rata-rata harian sebulan terakhir yakni telah mencapai Rp9,4 triliun.

    Yang menarik, dana milik investor asing telah tembus mencapai Rp1 triliun pada satu sesi perdagangan. Ini menandakan bahwa investor benar-benar yakin terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia. Sehingga memburu saham-saham yang dianggap masih murah.

    Investor, baik asing dan domestik, seperti panic buying memburu saham-saham unggulan meskipun harganya sudah naik bervariasi 10 persen hingga 20 perseb dalam sepekan terakhir.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Indonesia Alfiansyah dalam risetnya mengemukakan bahwa IHSG melanjutkan reli kenaikan, pergerakan IHSG salah satunya dipengaruhi oleh kinerja emiten domestik.

    "Pasar melihat bahwa sepertinya fase terburuk performa emiten sudah terlewat, kinerja emiten mulai membaik pada kuartal ketiga sehingga menumbuhkan harapan perbaikan pada kuartal keempat 2020," katanya.

    Ia menambahkan adanya proses perbaikan ekonomi atau pembalikan arah (turning point) dari aktivitas ekonomi nasional turut menjadi faktor pendorong IHSG. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 tercatat lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Seluruh komponen pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pengeluaran dan produksi mengalami peningkatan.

    "Perbaikan kinerja perekonomian didorong juga oleh peran stimulus fiskal atau dari instrumen APBN dalam penanganan pandemi covid-19 lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," paparnya.

    Dari eksternal, ia menyampaikan, pengembangan vaksin yang diklaim sudah dekat menambah optimisme bagi investor untuk masuk ke pasar saham.

    "Pfizer Inc mengumumkan bahwa vaksin yang diproduksinya bersama dengan BioNTech memiliki efektivitas 90 persen terhadap virus korona," jelasnya.

    Ia menambahkan pasar juga mengapresiasi program Presiden AS terpilih Joe Biden untuk mendorong penggunaan energi terbarukan, kondisi itu dapat mendorong arus investasi ke Indonesia terutama terkait nikel yang dipakai untuk kendaraan listrik.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id