IMF Naikkan Proyeksi Ekonomi Global, IHSG Diramal Rebound

    Antara - 27 Januari 2021 08:59 WIB
    IMF Naikkan Proyeksi Ekonomi Global, IHSG Diramal <i>Rebound</i>
    Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI


    Jakarta: Bursa saham Indonesia kemarin ditutup melemah 1,89 persen meskipun investor asing melakukan beli bersih sebesar Rp251,9 miliar di pasar reguler. Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi seiring dengan turunnya pasar regional.

    Samuel Research Team mengungkapkan kasus covid-19 di Indonesia sudah tembus satu juta kasus dengan penambahan 13.094 kasus baru pada hari kemarin dan kasus sembuh mencapai 10.868 kasus dengan kasus aktif terus naik mencapai 163.526 kasus. Kondisi ini sedikit banyak memberikan efek terhadap pasar saham.




    Namun, tambahnya, sentimen positif datang dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) yang mengumumkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 5,5 persen di 2021, naik sebanyak 0,3 persen dari perkiraan sebelumnya di Oktober 2020 silam.

    "Sehingga hari ini IHSG berpeluang sedikit melakukan rebound. Pagi ini Nikkei terpantau naik 0,48 persen dan Kospi terangkat 0,39 persen," sebut Samuel Research Team, dalam risetnya, di Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat menyerahkan keuntungan sebelumnya menjadi berakhir lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena sektor energi mengalami pelemahan dan membebani pasar. Lonjakan kasus covid-19 masih memberikan tekanan terhadap bursa saham.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 22,96 poin atau 0,07 persen menjadi 30.937,04. S&P 500 tertekan sebanyak 5,74 poin atau 0,15 persen menjadi 3.849,62. Indeks Komposit Nasdaq turun 9,93 poin atau 0,07 persen menjadi 13.626,06.

    Ketiga indeks utama diperdagangkan lebih tinggi pada hari sebelumnya dengan Dow naik lebih dari 160 poin pada sesi tertinggi. Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna merah, dengan energi turun 2,12 persen, memimpin penurunan. Real estat naik 1,14 persen, grup dengan kinerja terbaik.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah dengan enam dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id