Telkomsel Diprediksi Bakal Terus Investasi di Perusahaan Digital

    Ade Hapsari Lestarini - 16 Mei 2021 19:51 WIB
    Telkomsel Diprediksi Bakal Terus Investasi di Perusahaan Digital
    Foto: Grafis Medcom.id



    Jakarta: Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Telkomsel, diprediksi masih akan terus berinvestasi perusahaan digital. Diharapkan dengan investasi di perusahaan digital nantinya akan didapat sinergi usaha yang positif antara Telkomsel dan perusahaan digital.

    "Telkomsel dan Telkom saat ini sudah menjadi perusahaan terkemuka serta terdepan dalam  mengembangkan telekomunikasi di Indonesia. Saat ini saya melihat Telkom dan Telkomsel tak hanya ingin menjadi perusahaan terbesar di industri telekomunikasi. Saat ini mereka ingin menjadi perusahaan digital terkemuka di Indonesia. Salah satunya adalah dengan berinvestasi di perusahaan digital," jelas analis saham Trimegah Securities, Richardson Raymond Equity, Minggu, 16 Mei 2021.

     



    Menurut Richardson, sangat rasional jika Telkom maupun Telkomsel ingin menjadi perusahaan digital terkemuka di Indonesia. Selain karena bisnis konektivitas yang sudah mulai melandai, potensi dari bisnis digital di Indonesia masih sangat menjanjikan untuk tumbuh. Terlebih lagi dengan sentimen merger Gojek dan Tokopedia.

    "Merger Gojek dan Tokopedia ini akan menjadikan dua perusahaan tersebut memiliki super app yang menyediakan apapun bagi masyarakat Indonesia. Sehingga tidak salah jika Telkomsel berinvestasi di Gojek saat ini yang tak cuma mencari sinergi bisnis, tetapi juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari adanya super app yang nanti akan terjadi antara Gojek dan Tokopedia," kata Richardson.

    Ketika Telkomsel di akhir 2020 yang lalu menempatkan investasinya di Gojek sebesar USD150 juta, Richardson sangat yakin anak usaha Telkom ini akan diberikan benefit lagi untuk menambah investasinya di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Dia melihat langkah yang dilakukan Telkomsel sangat tepat untuk menambah investasinya di Gojek.

    Selain itu, lanjut dia, valuasi dari Gojek ketika nanti jadi merger dengan Tokopedia akan bertambah signifikan. Telkomsel tepat sekali mengambil kesempatan sebelum Gojek dan Tokopedia ini merger. Ketika Gojek dan Tokopedia merger, valuasi mereka bisa USD20 miliar. Ketika Gojek dan Tokopedia ini merger dan akan IPO, valuasi super app tersebut akan melonjak dua kali lipat, bisa sampai USD40 miliar.

    "Jika merger Gojek dan Tokopedia berjalan dengan baik dan banyak sinergi yang bisa dicapai, maka valuasi mereka akan lebih tinggi lagi, bisa mencapai USD45 miliar. Dengan valuasi yang tinggi ini Telkomsel akan berpotensi mendapatkan capital gain yang sangat besar dari investasi mereka di Gojek. Tentu potensi capital gain dari investasi Telkomsel di Gojek akan memberikan pengaruh positif terhadap valuasi Telkom," terang Richardson.

    Melihat masih menjanjikannya ekonomi digital di Indonesia, Richardson sangat percaya, baik itu Telkom maupun Telkomsel akan terus berinvestasi di perusahaan digital yang ada di Indonesia. Selain Telkom maupun Telkomsel mencari sinergi antara bisnis konektivitas dengan perusahaan digital, Richardson menilai BUMN telekomunikasi itu juga mencari potensi capital gain.

    "Jika Telkom dan Telkomsel hanya mengandalkan bisnis konektivitas saja, maka pertumbuhannya tak terlalu siginfikan. Bisnis konektivitas memang masih bertumbuh, tapi tak akan eksponensial seperti perusahaan digital. Namun ketika mereka masuk ke bisnis digital, potensi capital gain yang besar menanti Telkom dan Telkomsel," pungkas Richardson.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id