BI: Transparansi Suku Bunga Perbankan Efektif Dorong Permintaan

    Husen Miftahudin - 04 Mei 2021 15:40 WIB
    BI: Transparansi Suku Bunga Perbankan Efektif Dorong Permintaan
    Bank Indonesia. Foto : MI/Usman Iskandar.



    Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menilai transparansi tingkat Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) efektif mendorong permintaan (demand) masyarakat. Bahkan bank sentral mengklaim upaya ini hanya membutuhkan waktu selama dua bulan saja.

    "Hanya dalam waktu dua bulan saja suku bunga dasar kredit perbankan sudah diturunkan, sehingga tentunya dengan penurunan suku bunga dasar kredit akan memberikan selisih terhadap suku bunga depositonya yang tadinya besar ke kisaran 10 persen sekarang bertahap turun ke 9 persen," ucap Dody dalam sebuah webinar, Selasa, 4 Mei 2021.

     



    Menurut Dody, upaya transparansi tingkat SBDK oleh perbankan akan memberikan insentif kepada borrowers, pelaku usaha, maupun korporasi untuk memulai kembali melakukan pinjaman. Walhasil dunia usaha bisa segera pulih kembali.

    "Suku bunga dasar kredit untuk jenis konsumsi, KPR maupun yang non KPR, serta korporasi sudah menukik di dua bulan terakhir. Artinya ini adalah karena memang dampak daripada kita meminta transparansi SBDK perbankan kepada publik," tuturnya.

    Bank sentral awalnya geram dengan lambatnya penurunan suku bunga kredit perbankan. Padahal, sepanjang tahun 2020 hingga awal 2021 Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan sebanyak 150 basis poin (bps) hingga ke level 3,50 persen.

    Longgarnya likuiditas dan penurunan BI 7 Days Reverse Repo Rate tersebut mendorong rendahnya rata-rata suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) overnight sebesar 3,04 persen. Suku bunga deposito satu bulan juga telah turun sebesar 181 bps ke level 4,27 persen pada Desember 2020.

    Namun demikian, penurunan suku bunga kredit masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 83 bps ke level 9,70 persen selama tahun 2020. Lambatnya penurunan suku bunga kredit disebabkan oleh masih tingginya SBDK perbankan.

    "Jadi transmisinya sebenarnya berjalan, tetapi memang tidak secepat yang diharapkan. Sampai kemudian Bank Indonesia keluar dengan suatu kebijakan untuk meminta perbankan menyampaikan transparansi atas suku bunga dasar kreditnya. Jadi perbankan melalui laporannya terhadap suku bunga dasar kredit, kemudian Bank Indonesia memberikan informasi kepada publik," urai Dody.

    Permintaan SBDK ini kemudian disebut Dody memberikan sentimen positif kepada perbankan untuk terus menurunkan suku bunga dasar kreditnya. Sehingga terlihat bagaimana transmisi suku bunga acuan kepada suku bunga dasar kredit yang terus mengalami penurunan.

    "Kalau kita lihat dari sisi suku bunga selisih, misalnya antara suku bunga dasar kredit dengan policy rate kita sudah turun dengan selisih hanya di kisaran 3,9 persen dari sebelumnya di kisaran 4,2 persen sampai 4,5 persen," pungkas Dody.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id