Pagi Ini Kurs Rupiah Curi Panggung Kemenangan dari Dolar AS

    Angga Bratadharma - 29 April 2021 09:42 WIB
    Pagi Ini Kurs Rupiah Curi Panggung Kemenangan dari Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.500 per USD. Mata uang Garuda berhasil meredam amukan mata uang Paman Sam usai the Fed memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga Amerika Serikat (AS).

    Mengutip Bloomberg, Kamis, 29 April 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.430 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.430 hingga Rp14.466 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.279 per USD.






    Sementara itu, dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Federal Reserve memupus harapan penurunan awal dalam pembelian obligasi bulanan dan secara keseluruhan berhati-hati tentang prospek inflasi dan ekonomi secara keseluruhan.

    Pada akhir pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari, Fed, seperti yang diperkirakan, mempertahankan suku bunga tidak berubah mendekati nol, tetapi mengakui adanya peningkatan dalam ekonomi AS.

    Ketua Fed Jerome Powell, dalam sambutannya setelah pernyataan bank sentral, mengatakan ini bukan waktunya untuk berbicara tentang pengurangan pembelian asetnya. Pernyataan itu memicu penurunan lebih lanjut dalam dolar.

    Greenback telah menguat sehubungan dengan kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS dengan pandangan bahwa program vaksinasi yang berhasil dan penguatan data ekonomi akan mendorong The Fed untuk berbicara tentang mengurangi pembelian obligasi lebih cepat daripada yang diperkirakan.

    "Powell melemparkan air dingin pada pembicaraan tentang tapering (pengurangan bertahap stimulus bank sentral), dan itu telah menjadi pendorong utama dalam pergerakan melemahnya dolar," kata Direktur Pelaksana, analisis mata uang global di Action Economics di Tampa, Florida, Ron Simpson.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id