Akhir Pekan, Kurs Rupiah Sedikit Terguncang

    Husen Miftahudin - 16 Oktober 2020 17:17 WIB
    Akhir Pekan, Kurs Rupiah Sedikit Terguncang
    Ilustrasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS - - Foto: MI/ Yudhi Mahatma
    Jakarta: Perkembangan kurs rupiah pada penutupan perdagangan akhir pekan ini mengalami pelemahan. Kurs rupiah terdampak aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah buruh dan mahasiswa yang menolak pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

    "Hal yang wajar kalau mahasiswa melakukan demonstrasi, karena para mahasiswa belum tahu tentang apa itu UU Omnibus Law Cipta Kerja yang sekarang sedang menjadi perbincangan di berbagai media baik nasional maupun internasional," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Jumat, 16 Oktober 2020.
     
    Menurut Ibrahim, pemerintah seharusnya terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya UU Cipta Kerja ke masyarakat. Karena sebenarnya, beleid tersebut memudahkan investasi dan kepastian berusaha di Indonesia.

    "Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya. Sehingga diperlukan sebuah regulasi yang tidak tumpang tindih guna mendatangkan investor dari luar," tutur dia.

    Ibrahim juga menyayangkan undang-undang ini baru hadir pada saat ini. Seharusnya undang-undang sapu jagat ini sudah mulai diterbitkan di era Presiden Soeharto. Namun hal itu terbentur lantaran pada era tersebut sistem perundang-undangan bersifat sektoral, sementara masalah nasional yang dihadapi multiaspek, multidimensi, dan multidisiplin keilmuan.

    "Oleh karena itu, dengan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja ini mampu menjamin harkat dan martabat masyarakat Indonesia lebih baik dari sebelumnya," harapnya.

    Di sisi lain Bank Dunia juga ikut mengomentari lahirnya UU Cipta Kerja di Indonesia. Lembaga keuangan internasional itu menilai beleid sapu jagad tersebut merupakan upaya reformasi besar-besaran untuk menjadikan Indonesia lebih berdaya saing dan mendukung aspirasi jangka panjang bangsa demi menjadikan masyarakat sejahtera.

    "Penghapusan pembatasan yang berat pada investasi menandakan bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis. Sehingga, beleid tersebut dinilai dapat membantu menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan," ungkap Ibrahim.

    Adapun pada penutupan perdagangan akhir pekan ini nilai tukar rupiah terhadap USD mengalami pelemahan tipis. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke posisi Rp14.697 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.690 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut melemah tipis tujuh poin atau setara 0,05 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.695 per USD sampai Rp14.748 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah justru menguat ke posisi Rp14.724 per USD. Rupiah menguat 30 poin atau setara 0,21 persen dari Rp14.755 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.766 per USD atau melemah tipis enam poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp14.760 per USD.

    "Dalam perdagangan minggu depan, tepatnya Senin, mata uang rupiah kemungkinan akan dibuka melemah, walaupun sesi akhirnya ditutup menguat sebesar 5-40 poin di level Rp14.690 per USD hingga Rp14.730 per USD," tutup Ibrahim.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id