Perusahaan Pembiayaan Edukasi UMKM Tingkatkan Inklusi Keuangan

    Husen Miftahudin - 14 Oktober 2020 14:04 WIB
    Perusahaan Pembiayaan Edukasi UMKM Tingkatkan Inklusi Keuangan
    Ilustrasi - - Foto: Medcom
    Jakarta: Sejumlah perusahaan pembiayaan (leasing) aktif mengedukasi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1-31 Oktober 2020. Salah satunya dilakukan oleh Akulaku Finance Indonesia.

    Corporate Secretary Akulaku Finance Indonesia Wildan Kesuma mengatakan edukasi terhadap pelaku UMKM penting guna meningkatkan literasi keuangan. Sehingga, para pelaku UMKM mendapatkan ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan jasa keuangan sesuai kebutuhan.

    "Inklusi keuangan bisa dikatakan terwujud kalau semua orang dapat mengakses layanan keuangan dengan mudah. Efek yang diharapkan tentu saja meningkatnya kemampuan ekonomi dan berkurangnya kemiskinan serta kesenjangan ekonomi," ujar Wildan dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Sebagai dukungan untuk mewujudkan target indeks inklusi keuangan RI di atas 90 persen dalam waktu tiga tahun ke depan, Akulaku juga secara aktif mengedukasi berbagai lapisan masyarakat. Tujuannya untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha, khususnya pengelolaan pembiayaan produktif yang sesuai dengan kebutuhan UMKM.

    "Akulaku Finance bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga media massa untuk mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah lewat webinar bersama dengan komunitas UMKM," ungkapnya.

    Sementara itu, penasihat keuangan Ghita Argasasmita menjelaskan bahwa dalam membangun usaha yang komprehensif dan berkelanjutan, diperlukan manajemen keuangan yang baik untuk mempertahankan bisnis dari kondisi ekonomi yang tidak stabil seperti sekarang ini.

    "Kemampuan yang penting untuk dimiliki seorang pengusaha UMKM adalah kemampuan manajemen keuangan yang baik untuk membawa bisnis mereka maju dan berkelanjutan," ucap Ghita.

    Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pelaku UMKM baik saat akan memulai usaha maupun saat usahanya sudah berjalan adalah untuk menekan biaya operasional seefisien mungkin dan memisah rekening pribadi dan rekening usaha. Bila rekening usaha sudah terpisah, maka arus kas bulanan akan terlihat dengan jelas.

    "Apabila kita bisa memisahkan tabungan usaha dan pribadi, penghitungan kas bulanan usaha kita akan lebih mudah dan tepat. Hal ini juga akan meminimalisir kemungkinan mengalami krisis uang kas yang diakibatkan oleh penarikan uang tunai untuk keperluan pribadi," tutur dia.

    Dengan adanya pencatatan arus kas, neraca, dan laporan laba rugi usaha secara terperinci, maka pelaku UMKM dapat menggunakan data laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk menambah modal usaha melalui fasilitas pembiayaan keuangan.

    "Manfaat lainnya dari membuat pencatatan keuangan, neraca kas, serta laporan laba rugi adalah kita bisa mengetahui dengan baik apakah usaha kita sudah membutuhkan dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha menggunakan modal kerja internal atau membutuhkan pembiayaan dari luar," pungkas Ghita. 


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id