comscore

OJK Gandeng Otoritas Dubai Perkuat Industri Keuangan Syariah

Husen Miftahudin - 05 November 2021 10:48 WIB
OJK Gandeng Otoritas Dubai Perkuat Industri Keuangan Syariah
OJK gandeng Otoritas Dubai perkuat industri keuangan syariah. FOTO: OJK
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Dubai Financial Services Authority (DFSA) guna mengembangkan industri keuangan syariah di Indonesia agar semakin tumbuh kompetitif, termasuk di tingkat global. Harapannya bisa berdampak positif terhadap kedua belah pihak di masa mendatang.

OJK dan DFSA memperkuat kebijakan dan potensi kerja sama di bidang keuangan syariah, industri halal, sustainable finance, fintech, cybersecurity, dan pengawasan berbasis teknologi.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam kunjungan kerjanya ke Dubai menyampaikan penguatan kerja sama ini merupakan implementasi dan penegasan kembali atas MoU yang telah ada enam tahun lalu melalui capacity building dan sharing pengalaman dalam mengatasi permasalahan ekonomi di masa pandemi covid-19.

"Khusus keuangan syariah, selama pandemi covid-19, sektor ini menunjukkan ketahanan yang besar dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dengan menguasai 10,11 persen dari total aset keuangan di Indonesia," ujar Wimboh, di Kantor Pusat DFSA, dalam keterangan resminya, Jumat, 5 November 2021.

Chief Executive Officer of DFSA F Christopher Calabia pun menyambut baik dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan OJK untuk mendukung penguatan ekonomi syariah global melalui peningkatan pengawasan industri keuangan syariah.

"Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan industri keuangan syariah, tetapi juga dapat mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara, khususnya di Uni Emirat Arab yang merupakan salah satu pusat investasi global dimana Dubai adalah pusat keuangan syariah global," ungkapnya.

Memperkuat pengawasan

Adapun kerja sama OJK dengan DFSA yang diperluas dalam rangka memperkuat pengawasan dan pengembangan industri syariah Indonesia ini dimulai dengan pembukaan kantor representatif PT Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI) di Dubai yang akan membuka peluang bagi investor di Dubai untuk berinvestasi di Indonesia.

Per September 2021, total aset institusi keuangan syariah tumbuh sebesar 17,32 persen (yoy) dengan nilai nominal USD132,7 miliar atau setara Rp1.901,1 triliun. Terdiri dari aset perbankan syariah sebesar USD43,58 miliar atau sekitar Rp624,4 triliun.

Kemudian pasar modal syariah (sukuk dan reksa dana) dengan nilai nominal sebesar USD80,95 miliar atau setara dengan Rp1.159,8 triliun, serta Lembaga Keuangan Non Bank Syariah sebanyak USD8,16 miliar atau sekitar Rp116,9 triliun.

Pada periode yang sama, pembiayaan bank umum syariah mencatat pertumbuhan sebesar 6,80 persen (yoy). Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional sebesar 2,21 persen (yoy).

Ketahanan perbankan syariah juga berhasil dipertahankan selama masa pandemi covid-19, yang ditunjukkan oleh permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) 23,17 persen dan risiko pembiayaan yang stabil dengan NPF gross 3,23 persen.

Di tataran global, perdagangan industri halal Indonesia telah mendapatkan momentum, dengan transaksi sebesar USD3 miliar pada 2020.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id