Separuh Emiten Pasar Modal Masih Mampu Bukukan Laba

    Fetry Wuryasti - 07 Oktober 2021 08:43 WIB
    Separuh Emiten Pasar Modal Masih Mampu Bukukan Laba
    Ilustrasi pasar modal Indonesia - - Foto: dok MI



    Jakarta: Penelitian Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia menunjukkan sebanyak 60,4 persen dari 702 emiten di pasar modal masih mencatatkan laba sepanjang 2020.

    Sisanya sebanyak 34,19 persen di antaranya menunjukkan perolehan laba yang meningkat sepanjang tahun pandemi. Pencatatan laba itu terjadi saat pertumbuhan ekonomi mencatatkan minus 2,07 persen di 2020.

     



    "Emiten Indonesia masih banyak yang mampu meraup laba, bahkan meningkatkan laba," kata Strategic Transformation Expert Lembaga Manajemen FEUI Willem Makaliwe dikutip Kamis, 7 Oktober 2021.

    Ia menjelaskan dominasi bursa Indonesia berasal dari sektor perdagangan, layanan jasa dan investasi, sebesar 25 persen atau sebanyak 175 perusahaan. Dari 699 perusahaan dengan data keuangan 2020 yang lengkap, tercatat 31,04 persen mampu meningkatkan pendapatan di 2020.

    Sedangkan di 2019, terdapat 547 perusahaan yang meraup laba, dan 398 emiten atau 72,76 persen dari perusahaan yang mencatat laba di 2019, konsisten kembali laba di 2020, dan 27,24 persen atau 149 emiten mengalami rugi di 2020. Lalu dari 20 perusahaan BUMN Terbuka, sebanyak 75 persen mencatatkan laba di 2020.

    "Sebaliknya, perusahaan yang rugi di 2019 sebanyak 155 emiten, dan sebanyak 83,23 persen atau 129 emiten kembali merugi di 2020. Hanya 16,77 persen atau 26 perusahaan yang mampu membalikan menjadi laba di 2020. Jadi memang kerugiannya tidak selalu karena pandemi, lebih karena sejak tahun sebelum pandemi, perusahaan itu sudah mengalami rugi," jelas Willem.

    Kemudian dari sisi aset, tetap didominasi 51 persen dari sektor perbankan dan keuangan lainnya. Lalu ada 38 emiten yang pendapatannya meningkat lebih dari 50 persen di masa pandemi 2020, lalu 36 emiten naik pendapatannya pada kisaran 25-50 persen, dan yang pendapatannya naik di bawah 25 persen tapi masih tumbuh positif ada 163 emiten. Perusahaan yang pendapatannya turun namun tidak merugi ada 230-an emiten.

    "Dari kinerja emiten ini, diketahui ekonomi keuangan secara nasional minus 2,07 persen di 2020. Namun ternyata sektor pertanian positif di saat sektor-sektor lain terkontraksi," pungkas Willem.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id