comscore

2 Sentimen Pendukung Kinerja Emiten LPKR pada 2021

Ade Hapsari Lestarini - 14 Desember 2020 13:49 WIB
2 Sentimen Pendukung Kinerja Emiten LPKR pada 2021
Foto: Grafis Medcom.id
Jakarta: Riset terbaru CLSA and CL Securities Taiwan Co.Ltds mencatat dua faktor dapat mendukung kinerja emiten PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pada tahun depan. Tren pemulihan ekonomi dan pengembangan vaksin menjadi pendorong kinerja perseroan.

Sejalan dengan dua faktor tersebut, dalam riset tersebut diprediksikan perlahan dari sisi pemasaran pengembang akan kembali pulih pada 2021, sehingga mampu mendongkrak penjualan.
"Kami memperkirakan pertumbuhan 12 persen secara year on year (yoy) dalam pemasaran-penjualan pada 2021, setelah terjadi penurunan tiga persen yoy pada 2020," tulis riset tersebut, dikutip Senin, 14 Desember 2020.

Sementara dari sisi bisnis mal, pada tahun depan diprediksi kunjungan akan mulai normal pada pertengahan 2021. Hal ini dinilai akan menguntungkan pengembang yang memiliki bisnis mal seperti Lippo Karawaci, Ciputra, maupun Pakuwon.

Riset juga menemukan bahwa pengembang masih menerapkan diskon sewa hingga 50 persen di mal akibat kunjungan masih sepi di tengah pandemi. Namun diskon itu akan secara perlahan dikurangi sebesar 10 persen setiap bulan. Riset menyebut mal-mal di Surabaya secara umum memiliki pemulihan lalu lintas yang lebih baik, yaitu 70-75 persen dari kondisi sebelum covid, sedangkan Jakarta sekitar 50 persen.

"Kami memperkirakan pendapatan tahunan berulang tumbuh 10 persen pada 2021, bersama dengan pengurangan diskon sewa di mal sepanjang tahun," tulis CLSA.

Analis Pasar Saham Sukarno Alatas menyampaikan kinerja positif yang diraih LPKR ditunjang oleh berbagai sentimen positif baik dari internal maupun eksternal.  Antara lain, sentimen penurunan suku bunga dan ditambah lagi sentimen sebelumnya terkait omnibus law yang banyak diramal berbagai pihak akan menguntungkan sektor properti.

Ke depannya, ujar dia, sektor properti seperti LPKR berpeluang akan lebih baik nantinya seiring tren suku bunga turun dan optimisme pemulihan ekonomi. Apalagi, secara kinerja, LPKR masih cukup positif.

"Kemudian optimisme pemulihan ekonomi juga turut andil karena nanti di Januari vaksin sudah bisa didistribusikan secara bertahap," ucap Sukarno.

CLSA juga menilai bahwa kebijakan omnibus law akan memberi dampak positif bagi pengembang properti mengingat berbagai hambatan bisnis seperti perizinan yang berlapis semakin berkurang. Alhasil, pengembang seperti LPKR, juga diprediksi akan semakin mudah dalam mengembangkan bisnis, sehingga kinerja dalam jangka panjang semakin positif.

"Pencapaian pemasaran-penjualan yang solid di kuartal kedua 2020 telah menunjukkan bahwa permintaan properti, terutama rumah yang terjangkau bagi pengguna akhir, tetap ada dan kami perkirakan hal ini akan terus berlanjut di 2021," tulis riset CLSA bertajuk Indonesia Property Sector Outlook yang dipublikasikan pada 9 Desember 2020.


(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id