Bidik Rp3 Triliun, BTN Incar Kalangan Menengah Atas

    Ade Hapsari Lestarini - 23 Februari 2021 21:46 WIB
    Bidik Rp3 Triliun, BTN Incar Kalangan Menengah Atas
    Ilustrasi kantor cabang BTN. Foto: dok BTN.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp3 triliun dengan mengincar kalangan atas melalui Tabungan BTN Investa.

    Plt Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kondisi pandemi membuka banyak pandangan di masyarakat termasuk dalam hal berinvestasi untuk masa depan. Berbagai instrument investasi, kian marak digandrungi masyarakat terutama kalangan menengah ke atas yang jumlahnya mencapai lebih dari 52 juta orang.

    "Kami melihat potensi yang kian besar terutama di masa pandemi ini. Karena itu, produk Tabungan Investa ini kami hadirkan agar nasabah nyaman menabung sekaligus berinvestasi di BTN," jelas Nixon, di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.

    Selain kalangan menengah ke atas, Nixon mengungkapkan pihaknya juga mengincar para pelaku usaha dan profesional muda sebagai target pasar Tabungan BTN Investa. "Kami optimistis mampu menghimpun dana mencapai Rp3 triliun dari tabungan investasi ini," jelas Nixon.

    Untuk mencapai target tersebut, emiten bersandi saham BBTN ini menawarkan berbagai fitur pada Tabungan BTN Investa. Tabungan BTN Investa dirancang memiliki bunga menarik melebihi tabungan biasa. Meski demikian, nasabah tabungan ini dapat tetap fleksibel dalam bertransaksi dan dapat menarik dananya kapan saja tanpa pinalti.

    Perseroan juga meracik Program BTN Investa Deals dalam peluncuran produk anyar tersebut. Melalui program itu, nasabah dapat melakukan penawaran penempatan dana setinggi-tingginya untuk memperebutkan gawai terkini.

    Pembukaan Tabungan BTN Investa dapat dilakukan di jaringan kantor BTN terdekat. Bagi nasabah baru maupun existing, BTN juga menawarkan promo khusus pembukaan tabungan berupa saldo e-wallet, voucher, hingga pilihan investasi reksa dana.

    Sementara itu, hingga akhir Desember 2020, BTN mencatatkan total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp279,14 triliun. Posisi tersebut naik 23,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp225,4 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

    Adapun data Bank Dunia yang dilansir 30 Januari 2020 mencatat ada sekitar 20 persen masyarakat Indonesia atau lebih dari 52 juta orang yang masuk kategori kelas menengah atas (affluent). Kelompok tersebut pun mencatatkan pertumbuhan signifikan di level rata-rata 10 persen per tahun.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id