4 Rekomendasi Investasi di Kuartal IV-2020

    Angga Bratadharma - 03 Oktober 2020 14:04 WIB
    4 Rekomendasi Investasi di Kuartal IV-2020
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: DBS Bank tetap merekomendasikan kepada masyarakat untuk berinvestasi di aset berisiko seperti ekuitas, dan obligasi korporasi di tengah upaya global memerangi covid-19. Meski demikian, tetap perlu diperhatikan pergerakannya guna memaksimalkan imbal hasil yang didapat dari instrumen investasi yang dipilih.

    Chief Investment Officer Bank DBS Hou Wey Fook memandang setelah memasuki fase gejolak saat ini mulai terlihat tanda-tanda pemulihan ekonomi. Pelonggaran pembatasan sosial di beberapa negara, peningkatan belanja fiskal secara global, dan suku bunga nol persen akan menjamin bahwa lintasan pertumbuhan berangsur-angsur pulih.

    "Memasuki triwulan terakhir 2020 ada dua perkembangan yang harus diperhatikan oleh investor yakni Pemilihan Presiden AS, dan penemuan vaksin. Kami melihat keduanya mempunyai dampak risiko yang cenderung netral atau positif terhadap pasar," kata Fook, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 3 Oktober 2020.

    Berangkat dari kondisi itu, DBS memiliki lima saran investasi di kuartal IV-2020, Pertama, DBS terus memiliki pandangan positif untuk ekuitas AS dan ekuitas Tiongkok. Kedua, Pemilu AS memberikan dampak netral untuk aset berisiko. Dari perspektif pasar keuangan, DBS percaya pemilu November 2020 tidak akan berdampak terhadap aset berisiko.

    Ketiga, penemuan vaksin hanya masalah waktu. Menurut pemberitaan terakhir, kemungkinan penemuan vaksin covid-19 bukan lagi persoalan ‘jika’ tetapi 'kapan'. Jika vaksin disetujui dalam beberapa bulan mendatang, itu akan memperbaiki aset berisiko secara umum. Namun, dampak positifnya tidak akan seragam.

    "Karena beberapa industri akan mendapatkan keuntungan lebih dari yang lain. Restoran, hotel, tempat perjudian, dan rekreasi siap untuk kembali naik dengan kuat, sementara industri penerbangan diperkirakan masih mengalami kesulitan struktural," ucapnya.

    Keempat, emas masih terus bergerak menguat dan diperkirakan dalam 12 bulan mendatang berada pada USD2.300 per ons. Emas sebagai diversifikasi risiko telah terbukti sebagai pelindung nilai efektif, mengungguli sebagian besar mata uang termasuk dolar, dalam 10 tahun terakhir.

    "Kekhawatiran akan potensi kembalinya inflasi adalah alasan lain untuk mempertimbangkan investasi di aset berisiko rendah (safe haven), seperti emas, yang telah berkinerja baik dalam kondisi inflasi," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id