BTN Salurkan Rp19,01 Triliun Dana Pemulihan Ekonomi Nasional

    Husen Miftahudin - 22 Oktober 2020 21:29 WIB
    BTN Salurkan Rp19,01 Triliun Dana Pemulihan Ekonomi Nasional
    Ilustrasi. Foto: Antara/Wahyu Putro
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit dari penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp19,01 triliun. Total dana tersebut disalurkan kepada 63 ribu debitur per 16 Oktober 2020.

    "Kalau kita rinci, paling besar adanya di luar Jakarta. Kemudian ada di 33 provinsi di Indonesia dan melibatkan 490 unit kerja penyalur," kata Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers Paparan Kinerja BTN Kuartal III-2020 secara virtual di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.

    BTN mendapat alokasi penempatan dana PEN sebanyak Rp10 triliun dan ditarget dapat menyalurkan kredit tiga kali dari dana penempatan alias Rp30 triliun. Nixon pun optimistis dapat mencapai target tersebut di akhir 2020 ini.

    Secara komposisi, 34 persen kredit dari dana PEN tersebut ditujukan untuk pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Kemudian 31 persen lainnya untuk kredit komersial, 20 persen untuk KPR nonsubsidi, dan 15 persen sisanya untuk kredit BUMN. Dengan demikian, maka 87 persen penyaluran kredit PEN BTN tersebut untuk pembiayaan sektor perumahan.

    "Kredit by product yang paling dominan yaitu KPR subsidi. Kemudian kredit komersial, biasanya ini buat kredit konstruksi perumahan. Lalu, KPR nonsubsidi," papar Nixon.

    Selain itu, Nixon juga membeberkan realisasi restrukturisasi kredit terdampak covid-19. Hingga 30 September 2020, BTN telah merestrukturisasi pinjaman sebanyak Rp52,8 triliun yang diberikan kepada 299,6 ribu debitur.

    Untuk realisasi bantuan subsidi bunga kredit per 30 September 2020, UMKM non KUR telah menerima 33,8 juta (debitur) dengan pokok kredit sekitar Rp27 triliun. Kemudian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak 44 juta debitur.

    Selanjutnya, realisasi program penjaminan PMK 71 per 25 September 2020 yang mencapai sebesar Rp120 miliar. Jumlah tersebut telah disalurkan kepada 43 debitur.

    "Terakhir, penyaluran subsidi gaji dan perlindungan sosial. Realisasinya per 24 September 2020 senilai Rp1,2 triliun kepada satu juta rekening," pungkas dia. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id