OJK Jaga Momentum Penyaluran Kredit untuk Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi

    Husen Miftahudin - 04 Mei 2021 11:44 WIB
    OJK Jaga Momentum Penyaluran Kredit untuk Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - - Foto: MI/ Ramdani



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati indikator perbaikan data perekonomian global dan domestik yang didukung oleh pelaksanaan vaksinasi sebagai game changer dan stimulus yang dikeluarkan pembuat kebijakan. Peran keuangan syariah juga didorong dalam membantu pemulihan ekonomi nasional.

    "OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap keberhasilan proses restrukturisasi yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan termasuk memperhitungkan kecukupan langkah mitigasi dalam menjaga kestabilan sistem keuangan serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ungkap OJK dalam infografis yang dikutip dari laman resminya, Selasa, 4 Mei 2021.






    Dalam asesmen sektor jasa keuangan, berbagai kebijakan dikeluarkan OJK, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional serta mendorong pertumbuhan kredit. Kebijakan tersebut di antaranya menstimulasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor, relaksasi Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), dan Loan To Value (LTV) untuk kendaraan bermotor dan properti.

    Walhasil, kebijakan-kebijakan tersebut mendongkrak laju penjualan mobil pada Maret menjadi 84,9 ribu atau tumbuh 73 persen (mtm). Kenaikan juga terlihat pada pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta premi asuransi kendaraan bermotor dan properti.

    "OJK juga sudah meminta industri perbankan untuk meningkatkan implementasi kebijakan stimulus lanjutan sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional," paparnya.

    Adapun kinerja intermediasi sektor jasa keuangan masih sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional. Pertumbuhan kredit masih negatif namun menunjukkan perbaikan secara bulanan (mtm). Kredit pada Maret 2021 tercatat tumbuh Rp77,3 triliun (mtm) yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 11 bulan terakhir.

    "Secara tahunan, pertumbuhan kredit di sektor transportasi, pertanian, dan konstruksi masih tumbuh positif," papar OJK.

    Sementara penghimpunan dana di pasar modal dan Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana meningkat diiringi pertumbuhan jumlah investor domestik dan emiten baru. Pertumbuhan pembiayaan terjadi pada penyaluran pembiayaan melalui peer to peer lending (P2P Lending).

    Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Maret 2021 terjaga pada level yang terkendali. Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Alat likuid yang dimiliki perbankan terus mengalami peningkatan yang ditandai dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

    "Rasio solvabilitas sektor jasa keuangan cukup solid. CAR (Capital Adequacy Ratio/rasio kecukupan modal) perbankan, gearing ratio perusahaan pembiayaan, dan RBC (Risk Based Capital) asuransi terjaga di atas threshold," ungkap OJK.

    Outstanding restrukturisasi kredit dan jumlah debitur restrukturisasi perbankan akibat pandemi covid-19 per Maret 2021 menunjukkan tren menurun dibandingkan Desember 2020. Peran restrukturisasi sangat besar guna menekan tingkat kredit macet dari bank/perusahaan pembiayaan sehingga stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik.

    Di sisi lain, untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, peran sektor jasa keuangan menjadi sangat krusial sebagai katalisator dan motor penggerak, termasuk peran dari sektor ekonomi dan keuangan syariah. Sektor jasa keuangan syariah terbukti memiliki resiliensi atau daya tahan yang baik di masa pandemi hingga periode recovery saat ini. Apalagi Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah ke depannya.

    Adapun strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dilakukan dengan mewujudkan bank syariah berskala besar, memperluas akses pemasaran industri halal, serta membangun ekosistem keuangan syariah terintegrasi.

    Sektor jasa keuangan juga motor penggerak dalam pembiayaan berkelanjutan. Oleh karena itu OJK mendorong sektor jasa keuangan baik perbankan, industri keuangan non-bank, dan pasar modal untuk menyalurkan green financing.

    "OJK mengeluarkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021-2025) untuk mempercepat transisi sektor jasa keuangan ke arah berkelanjutan," tutup OJK.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id