comscore

Pembukaan Perdagangan: IHSG Dibuka Negatif di 7.251

Angga Bratadharma - 22 April 2022 09:30 WIB
Pembukaan Perdagangan: IHSG Dibuka Negatif di 7.251
Ilustrasi. AFP PHOTO/ADEK BERRY
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan dibuka tertekan, mengikuti tren pelemahan di bursa saham global. Para investor harus waspada terhadap potensi tekanan lanjutan mengingat beberapa waktu belakangan indeks terus mencapai all time high yang bisa memicu aksi ambil untung.

IHSG Jumat, 22 April 2022, perdagangan pagi dibuka melemah di 7.251 dengan level tertinggi di 7.256 dan terendah di 7.237. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 503 juta lembar saham senilai Rp484 miliar. Sebanyak 156 saham menguat, sebanyak 119 saham melemah, dan sebanyak 239 saham tidak diperdagangkan.
Sementara itu, Wall Street bergerak lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), dengan Nasdaq jatuh lebih dari dua persen. Investor bereaksi terhadap pejabat Federal Reserve termasuk Ketua Jerome Powell yang menawarkan petunjuk lebih lanjut kenaikan suku bunga agresif tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 368,03 poin atau 1,05 persen menjadi 34.792,76. Indeks S&P 500 tergerus 65,79 poin atau 1,48 persen menjadi 4.393,66. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 278,42 poin atau 2,07 persen, menjadi 13.174,65.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan jasa komunikasi masing-masing terpangkas 3,1 persen dan 2,41 persen, memimpin penurunan.

"Kenaikan suku bunga setengah poin akan di atas meja ketika bank sentral AS bertemu pada 3-4 Mei untuk menyetujui yang berikutnya dalam apa yang diharapkan menjadi serangkaian kenaikan suku bunga tahun ini," kata Powell.

"Dengan inflasi yang berjalan kira-kira tiga kali lipat dari target 2,0 persen Fed, adalah tepat untuk bergerak sedikit lebih cepat," tambah Powell dalam diskusi tentang ekonomi global pada pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF).

"Pasar memperkirakan, setidaknya, 50 basis poin pada Mei dan Juni. Powell, dan banyak pembicara Fed lainnya, telah mengatakan bahwa mereka ingin mengendalikan (inflasi) secepat mungkin, dan mengatakan kepada pasar bahwa mereka akan bertindak agresif," kata Kepala Perdagangan DWS Group George Catrambone.

Sebelumnya, Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly mendukung menaikkan target bank sentral AS untuk biaya pinjaman overnight menjadi 2,5 persen pada akhir tahun ini, tetapi apakah atau seberapa jauh akan perlu naik akan tergantung pada apa yang terjadi dengan inflasi dan pasar tenaga kerja.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id