comscore

DBS Indonesia Yakin Vaksinasi Covid-19 Berdampak Positif terhadap Perekonomian

Angga Bratadharma - 25 Februari 2022 06:25 WIB
DBS Indonesia Yakin Vaksinasi Covid-19 Berdampak Positif terhadap Perekonomian
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna meyakini program vaksinasi covid-19 dapat berjalan lancar dan imbasnya pandemi bisa segera terkendali. Jika pergerakan virus mematikan itu bisa dikendalikan dengan baik bukan tidak mungkin bisa berdampak positif terhadap aktivitas bisnis dan perekonomian.

"Kami optimistis jika program vaksinasi dapat berjalan lancar dan situasi pandemi terkendali dengan baik maka daya beli akan secara bertahap kembali normal," kata Paulus, dalam DBS Asian Insights Conference 2022 yang digelar secara virtual, Kamis, 24 Februari 2022.
Jika pandemi covid-19 terkendali, tambahnya, akan mampu meningkatkan kesempatan kerja serta tingkat produksi sehingga membawa manfaat signifikan terhadap perekonomian Indonesia. "Ini yang melatarbelakangi DBS untuk berkontribusi secara positif bagi dunia yang lebih baik," tuturnya.

Selama dua tahun terakhir, pandemi covid-19 memengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga muncul pertanyaan apakah pandemi ini akan berakhir. Sedangkan Pemerintah Singapura sudah mempersiapkan skenario baru yaitu memperlakukan covid-19 sebagai endemi dengan mengejar target vaksinasi di atas 80 persen, di mana saat ini 83 persen telah tervaksinasi.

Pada akhir Desember 2021 lalu, dengan menurunnya kasus infeksi baru di Indonesia dan sedikitnya penderita yang perlu dirawat di rumah sakit, sejumlah pihak mengatakan bahwa Indonesia telah siap masuk ke tahap endemi. Diharapkan, pergerakan covid-19 di Tanah Air benar-benar bisa dikendalikan di tahun ini.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menambahkan sejauh ini Indonesia telah mengalami dua gelombang dalam perkembangan kasus covid-19. Melihat pemetaan secara global, terdapat banyak negara yang sudah mencapai gelombang keempat covid-19. Tentunya Indonesia tak luput dari peningkatan melihat sifat virus covid-19 yang tidak mengenal batas wilayah.

"Saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mempersiapkan enam pilar transformasi untuk menangani covid-19, yaitu transformasi layanan dasar kesehatan, transformasi sektor kesehatan, transformasi sistem kesehatan, pendanaan, transformasi sumber daya manusia, serta teknologi kesehatan," tuturnya.

Covid-19 akan selalu ada

Sementara itu, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara dan Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mengatakan, covid-19 akan selalu ada dengan kemungkinan bermutasi ke varian-varian lain di masa yang akan datang. Oleh karena itu, perlu untuk tetap diwaspadai.

"Walaupun jumlah kematian akibat Omicron lebih rendah dari varian Delta dan gejala yang ditimbulkan tidak separah gelombang-gelombang sebelumnya, namun korban jiwa tetap ada. Mengingat setiap nyawa masyarakat Indonesia berharga maka diperlukan upaya maksimal dari pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang adaptif," tegasnya.

Pakar Mikrobiologi Universitas Indonesia Amin Soebandrio memaparkan dengan berkaca dari negara-negara lain, prediksi puncak kasus covid-19, khususnya varian Omicron, muncul dalam dua sampai tiga bulan sejak kasus pertama terdeteksi. Sehingga, diharapkan pola yang sama juga terjadi di Indonesia.

"Oleh karena itu, pemerintah perlu memantau pergerakan masyarakat, terutama menjelang Ramadhan dan Lebaran untuk mengurangi kerumunan. Apabila hal tersebut berhasil dijalankan bersama upaya-upaya lainnya maka diperkirakan Indonesia akan mencapai puncak kasus covid-19 pada Maret 2022," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id