comscore

Anggarkan Capex Rp500 Miliar, Ini Rencana Emiten Pengembang Lahan Industri SSIA

Husen Miftahudin - 09 Desember 2021 23:17 WIB
Anggarkan <i>Capex</i> Rp500 Miliar, Ini Rencana Emiten Pengembang Lahan Industri SSIA
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: Emiten pengembang lahan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp500 miliar di 2022. Dana capex yang dianggarkan ditujukan untuk beberapa proyek di Subang, akuisisi dan pengembangan, serta renovasi hotel di 2022.

"Dana capex dianggarkan di 2022, dengan melihat situasi pandemi covid-19 yang makin terkendali dengan baik," ucap VP Head of Investor Relations SSIA Erlin Budiman dalam siaran persnya, Kamis, 9 Desember 2021.
Adapun dana capex di 2022 lebih tinggi dibandingkan belanja modal yang hanya sebesar Rp450 miliar di tahun ini. Dana belanja modal di tahun ini sendiri baru terserap sebesar Rp350 miliar dimana alokasi dananya diarahkan ke akuisisi maupun pengembangan lahan Subang Smartpolitan.

Sementara itu, Direktur Keuangan SSIA The Jok Tung meyakini penjualan lahan industri perusahaan semakin membaik di 2022. Namun prediksi itu sesuai asumsi keadaan makro ekonomi yang diperkirakan akan membaik di tahun depan.

Dia menjelaskan bahwa penjualan lahan di tahun ini masih terkendala pembatasan mobilitas, yang pada akhirnya membuat investor kesulitan datang dalam melihat lahan milik perusahaan.

"Karena biasanya keputusan pembeli lahan, mereka setelah datang melihat situasi dan kondisi lahan yang kita miliki di lapangan," jelasnya.

Tak hanya itu, beberapa lini bisnis perusahaan di tahun depan akan semakin membaik, seperti konstruksi dan perhotelan.

Hingga kuartal III-2021, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun. Jumlah ini mengalami penurunan, terutama disebabkan pendapatan konstruksi dan perhotelan yang masing-masing turun sebesar 38,9 persen dan 39,2 persen.

Sementara itu, pendapatan segmen bisnis properti SSIA turun sekitar 2,0 persen. Menurut Erlin, pandemi covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada tiga pilar bisnis SSIA. Unit bisnis konstruksi diperkirakan membukukan pendapatan yang lebih rendah di 2021 sekitar 25 persen dari pendapatan 2020.

"Sementara itu segmen bisnis perhotelan juga akan membukukan pendapatan yang lebih rendah di tahun ini. Secara keseluruhan, prospek pendapatan di tahun ini diperkirakan lebih rendah 25 persen, dibanding pendapatan 2020," tutup Erlin.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id