Satgas Temukan 105 Fintech Ilegal dan 99 Investasi Bodong

    Annisa ayu artanti - 03 Juli 2020 13:23 WIB
    Satgas Temukan 105 <i>Fintech</i> Ilegal dan 99 Investasi Bodong
    Ilustrasi fintech lending - - Foto: Medcom
    Jakarta: Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) kembali menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal dan 99 entitas penawaran investasi bodong. Fintech dan investasi abal-abal tersebut menjamur dengan memanfaatkan sulitnya situasi ekonomi imbas pandemi virus korona.

    Ketua SWI Tongam L. Tobing mengatakan banyak oknum yang menawarkan pinjaman dan investasi
    dengan iming-iming imbal hasil tinggi tanpa risiko.

    "Satgas Waspada Investasi pada Juni menemukan 105 peer to peer lending tanpa izin yang sengaja melakukan penawaran melalui aplikasi," kata Tongam dalam konferensi pers virtual, Jumat, 3 Juni 2020.

    Ia menjelaskan penawaran pinjaman dari peer to peer lending ilegal sangat berbahaya karena bisa memeras masyarakat. Biasanya oknum bodong tersebut tidak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sangat mudah memberikan pinjaman.

    Namun, mereka akan menetapkan bunga tinggi, fee tinggi, dan tenor yang singkat. Bahkan, mereka meminta akses kontak handphone yang bisa dihubungi jika nasabah telat membayar.

    "Fintech ilegal itu mengambil celah tanpa tujuan membantu masyarakat. Seolah-olah membantu tapi justru menjerumuskan masyarakat dengan bunga tinggi, fee tinggi, dan teror. Mereka mengincar yang sulit ekonomi, yang butuh uang untuk kebutuhan pokok atau konsumtif," jelasnya.

    Sejak 2018 pihaknya telah menemukan 2.591 entitas fintech ilegal. Sementara fintech resmi yang terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya 159 entitas. Selain itu, SWI juga menemukan 99 entitas yang memberi penawaran investasi tanpa izin atau investasi bodong. Entitas-entitas tersebut segera dibekukan.

    "Kami juga memberhentikan 99 ilegal investasi tanpa izin," imbuhnya.


    Adapun 99 entitas tersebut terdiri dari 87 entitas perdagangan berjangka atau forex ilegal, dua penjualan langsung, tiga investasi cryptocurrency, tiga investasi uang, dan empat investasi bodong lainnya.

    "Jadi penawaran itu menawarkan imbal hasil yang tinggi tanpa risiko. Ini jadi bahan menarik masyarakat dengan ikut investasi ilegal bisa dapat untung besar tapi hanya penipuan," pungkas dia.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id