DBS Dorong Nasabah Adaptasi Kebiasaan Baru Berinvestasi

    Angga Bratadharma - 30 Juli 2020 13:07 WIB
    DBS Dorong Nasabah Adaptasi Kebiasaan Baru Berinvestasi
    Foto: AFP.
    Jakarta: Digibank by DBS mendorong masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru seperti yang sudah diumumkan pemerintah. Tidak hanya dari segi kesehatan atau sendi-sendi kehidupan, menyesuaikan dengan adaptasi baru dalam hal berinvestasi juga diperlukan.

    Dalam situasi adaptasi baru, kebutuhan untuk mengelola dan mengembangkan keuangan demi mempersiapkan diri atas segala kemungkinan di masa mendatang menjadi semakin penting. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per Juni 2020, jumlah masyarakat yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai tiga juta pekerja dari berbagai kalangan.

    Hal tersebut merupakan salah satu dampak pandemi covid-19 dan tentunya berpengaruh  terhadap stabilitas keuangan nasional termasuk keuangan masyarakat. Oleh sebab itu, nasabah perlu meninjau kembali pengelolaan keuangan guna mempersiapkan diri di masa-masa yang penuh ketidakpastian.

    "Kami menyadari bahwa peran perbankan digital, dalam hal ini digibank by DBS, untuk membuka akses keuangan yang mudah dan cepat," kata Managing Director, Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia Leonardo Koesmanto, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 30 Juli 2020.

    Melalui kampanye #SemuaPastiBisa, lanjutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama terhadap akses layanan keuangan yang dibutuhkan dalam menyiapkan dana darurat, bahkan mengembangkannya lebih jauh lagi dengan proses yang 100 persen digital from end-to-end. Atas dasar itu, ia mengklaim, pihaknya meluncurkan dua fitur baru yakni Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder yang sesuai dengan kebutuhan nasabah di era new normal.

    Dengan peluncuran dua fitur terbaru dari digibank by DBS ini, nasabah memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola keuangan, serta terdorong untuk berinvestasi juga. Mengingat banyaknya instrumen investasi yang ada, digibank by DBS mempermudah nasabah dalam menentukan investasi yang aman, minim risiko, dan likuid sehingga dapat digunakan sebagai dana darurat dalam keadaan mendesak.

    "Mengikuti protokol kesehatan yang  telah ditetapkan penting dilakukan oleh  seluruh masyarakat agar tetap sehat dan produktif. Namun selain itu adaptasi baru juga termasuk mengelola keuangan yang lebih baik untuk menyiapkan segala kemungkinan di masa depan sehingga aktivitas ekonomi dapat terus berjalan," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro.

    Head of Advisory and Digital Investment Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo menambahkan saat ini banyak pilihan instrumen investasi yang bisa dipilih untuk dapat dijadikan sebagai dana darurat, mulai dari yang memiliki risiko kecil hingga besar, sampai investasi yang bisa dilakukan dengan nominal terjangkau.

    "Digibank by DBS mendorong dan mempermudah nasabah untuk berinvestasi demi mengembangkan keuangan mereka," pungkas Djoko Soelistyo.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id