8 Sentimen yang Akan Pengaruhi Pasar Pekan Ini

    Annisa ayu artanti - 17 Agustus 2020 17:46 WIB
    8 Sentimen yang Akan Pengaruhi Pasar Pekan Ini
    Sentimen global mempengaruhi IHSG pekan ini. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee menyebutkan ada beberapa sentimen yang akan mewarnai gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini.

    Hans menyebutkan sentimen tersebut berasal dari faktor global dan domestik. Pertama, terjadi kebuntuan pembahasan stimulus fiskal di Kongres Amerika Serikat yang akan menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan.

    "Masih banyak perbedaan antara Partai Republik dan Demokrat dan menjadi lebih sulit karena mendekati pemilu Amerika Serikat," kata Hans dalam riset mingguannya, Senin, 17 Agustus 2020.

    Menurutnya, kedua partai tentu ingin rancangan paket yang menguntungkan dan menaikan popularitas kandidat mereka. "Bila tidak terjadi kesepakatan dalam jangka pendek akan menjadi sentimen negatif bagi pasar," ucapnya.

    Kedua, sentimen yang membayangi gerak IHSG terkait dengan pertemuan pejabat senior dari Tiongkok dan Amerika Serikat melalui konferensi video untuk meninjau kesepakatan perdagangan fase pertama yang ditandatangani kedua Negara pada Januari.

    "Perkembangan pembahasan akan menjadi sentimen yang menggerakan pasar," ucapnya.

    Kemudian ketiga, langkah Inggris menambah banyak negara dalam daftar karantina juga menjadi sentimen negatif bagi pasar. Hans menuturkan, hal ini mungkin mendorong langkah yang sama dilakukan negara-negara lain untuk menghalangi penyebaran pandemi covid-19 dan membalas serta memberikan perlakukan yang sama. Kebijakan tersebut dinilai dapat mendorong kemunduran perekonomian.

    Keempat, data klaim pengangguran Amerika Serikat pertama kali turun di bawah satu juta semenjak pertama kali dimulai pandemi covid 19. Hans pun menilai, data tersebut menunjukkan perbaikan biar pun terjadi peningkatan kasus covid-19.

    Sementara dari data ekonomi yang keluar cukup variatif tetapi masih jauh di bawah dari data sebelum pandemi korona baru. Data penjualan ritel Tiongkok yang lebih rendah dari harapan memberikan indikasi momentum perbaikan ekonomi negara tersebut melambat.

    "Selain itu, masih naiknya data infeksi covid-19 di dunia dan beberapa negara membuat pasar cukup hati-hati. Saat ini ada 21 juta lebih kasus dan menewaskan 770 ribu orang. Amerika Serikat mencatat ada 5,5 juta kasus dan menewaskan 172 ribu orang," jelasnya.

    Ketujuh, sentimen mengenai kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap gelombang kedua covid-19. Pasalnya, mulai ada kasus baru dibeberapa negara mendorong kekhawatiran langkah lockdown terbatas akan mengganggu pemulihan ekonomi kawasan.

    Sedangkan dari dalam negeri, pidato Presiden Joko Widodo di Sidang Paripurna DPR-MPR tidak terlalu direspons pasar.

    "Nampaknya asumsi ekonomi yang disampaikan sudah di price in atau sesuai harapan pasar. Terlihat harapan pemulihan ekonomi di 2021 dari asumsi data Makro dalam pidato Presiden," ujarnya.

    Sehingga dari sentimen-sentimen tersebut, IHSG berpeluang melemah pada perdagangan pekan ini. IHSG akan bergerak di sekitar support 5.178 sampai 5.119 dan resistance di level 5.218 sampai 5.300.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id