4 Langkah BI Jaga Stabilitas Eksternal

    Husen Miftahudin - 19 Agustus 2020 15:46 WIB
    4 Langkah BI Jaga Stabilitas Eksternal
    Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Susanto
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate di level 4,0 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Agustus 2020. Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility jua bertahan masing-masing di level 3,25 persen dan 4,75 persen.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral juga menempuh empat langkah lainnya selain menahan bunga acuan. Hal ini ditujukan untuk menjaga stabilitas eksternal di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah.

    "Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN 2020," ujar Perry dalam telekonferensi hasil RDG periode Agustus 2020 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020.

    Langkah pertama, melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Selanjutnya memperkuat strategi operasi moneter guna meningkatkan transmisi stance kebijakan moneter yang ditempuh.

    Ketiga, menurunkan batasan minimum uang muka (down payment) dari kisaran lima persen sampai 10 persen menjadi nol persen dalam pemberian kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor (KKB/PKB) untuk pembelian kendaraan bermotor berwawasan lingkungan.

    "Namun dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Ini berlaku efektif mulai 1 Oktober 2020," jelas Perry.

    Langkah terakhir yakni memperkuat sinergi bersama perbankan, fintech, pemerintah, serta otoritas terkait dalam rangka percepatan digitalisasi antara lain melalui dukungan digitalisasi kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    "Lalu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), perluasan akseptasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) berbasis komunitas, serta dorongan penggunaan QRIS dalam e-commerce," paparnya.

    Bank Indonesia juga akan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu dalam mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan.

    "Koordinasi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," tutup Perry.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id