Menkeu: Pasar Keuangan Sedang Alami Ketidakpastian

    Nur Azizah - 09 Maret 2020 19:54 WIB
    Menkeu: Pasar Keuangan Sedang Alami Ketidakpastian
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pasar keuangan dunia sedang mengalami ketidakpastian. Hal ini digambarkannya dari penurunan di pasar keuangan yang terjadi di seluruh dunia.

    "Ini semuanya berkaitan, kalau IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), di Wall Street di Dow Jones turun, karena ada masalah internal maupun kondisi penanganan terhadap risiko covid-19, maka kemudian paginya (IHSG) kita juga ikut turun," jelas Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020.

    Kemudian, setelah IHSG turun, maka Eropa juga dibuka turun. Indeks FTSE di London, kata dia, sudah mengalami penurunan sebesar enam persen. Oleh karena itu, investor pun bereaksi dengan mencari instrumen yang dianggap aman.

    "Maka yang muncul adalah mereka membeli surat berharga. Treasury Amerika 10 tahun belum pernah terjadi yield-nya turun di bawah satu persen, bahkan hanya 0,6 persen. Pagi tadi, di level 0,3 persen. Ini adalah terendah di dalam sejarah mereka," tambah Menkeu.

    Artinya, lanjut dia, para investor mencari instrumen yang dianggap aman. Menurut dia, situasi dinamika di pasar keuangan global ini tentu akan menimbulkan aksi reaksi dari sisi kebijakan.

    Baca: Ekonomi RI Diprediksi Melambat, IHSG Anjlok 361 Poin

    IHSG terpantau anjlok pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG menembus level bawah sebesar 5.100 dan menjadi level terendah dalam dua tahun terakhir. Mata uang rupiah juga ikut anjlok pada penutupan hari ini.

    IHSG jatuh 361 poin menjadi 5.136 penutupan perdagangan Senin, 9 Maret 2020. Volume perdagangan sebesar 4,9 miliar lembar saham dengan nilai Rp 5,9 triliun. Sebanyak 49 saham naik, 429 saham turun, dan 113 saham tak bergerak.

    Selain itu sejumlah indeks saham unggulan juga berjatuhan. Indeks JII turun 46 poin, LQ45 turun 73 poin, Pefindo 25 turun 19 poin, IDX 30 turun 40,3 poin, IDX 80 turun 10,49 persen, serta IDX BUMN 20 turun 32,38 poin. Sektor konsumer jatuh terdalam pada hari ini ke level 120 poin.

    Bloomberg melansir mata uang rupiah melemah 150 poin menjadi Rp14.392 per USD. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah melemah 122 poin ke level Rp14.385 per USD. Kemudian Bank Indonesia merekam mata uang rupiah berada pada Rp14.342 per USD.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id