Prosedur Penundaan Kredit dan Cicilan Kendaraan

    Husen Miftahudin - 26 Maret 2020 12:06 WIB
    Prosedur Penundaan Kredit dan Cicilan Kendaraan
    Ilustrasi. Foto: dok MI.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan aturan terkait relaksasi kredit di bawah Rp10 miliar kepada usaha mikro dan kecil agar mampu bertahan di tengah merebaknya virus korona atau covid-19. Pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak korona mendapat kelonggaran penundaan cicilan kredit dari pinjaman perbankan atau lembaga pembiayaan (leasing) hingga satu tahun, termasuk cicilan kendaraan.

    Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan pelaksanaan program relaksasi kredit ini diprioritaskan untuk debitur yang memiliki itikad baik dan terdampak kemampuan ekonominya akibat penyebaran virus korona.

    "Ada beberapa hal penting yang wajib diketahui debitur. Pertama, debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi melengkapi dengan data yang diminta oleh bank atau leasing," ujar Anto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Pengajuan dapat disampaikan secara dalam jaringan (daring/online) melalui surel (e-mail) atau laman resmi yang ditetapkan leasing tanpa harus bertatap muka. Ini sesuai imbauan bekerja dari rumah dan meminimalisasi tatap muka demi mencegah penyebaran virus korona.

    Selanjutnya, bank atau leasing tersebut akan melakukan asesmen debitur secara menyeluruh. Faktor yang menjadi pertimbangan, apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung wabah covid-19, historis pembayaran pokok atau bunga, serta kejelasan penguasaan kendaraan saat ini.

    Baca: OJK Beri Kelonggaran Penundaan Cicilan Kredit hingga Setahun

    "Debitur harus berkomunikasi dengan leasing untuk menyampaikan permasalahan dan keberadaan kendaraan yang menjadi obyek leasing. Hal ini penting agar leasing masih dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian melakukan tindakan hukum apabila terdapat unsur melawan perbuatan hukum secara perdata maupun pidana," ungkap Anto.

    Kemudian bank atau leasing tersebut memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian atau diskusi antara debitur dengan bank atau leasing.

    Hal ini tentu memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak akibat covid-19. Informasi persetujuan restrukturisasi dari bank/leasing disampaikan secara online atau via website bank/leasing yang terkait.

    "Untuk memperoleh lanjutan informasi mengenai restrukturisasi kredit leasing disampaikan OJK lewat informasi ringkas yang di-posting di media resmi melalui media sosial seperti instagram, facebook, twitter, dan informasi melalui website OJK di www.ojk.go.id atau kontak Layanan OJK nomor telepon 157 atau WhatsApp 081 157 157 157. Selama Working from Home, layanan tatap muka di setiap kantor OJK di Jakarta dan di daerah ditutup," pungkas Anto.




    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id