Allianz Indonesia Dukung Dunia Pendidikan Indonesia

    Angga Bratadharma - 11 Juli 2020 17:34 WIB
    Allianz Indonesia Dukung Dunia Pendidikan Indonesia
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Menurut riset Programme for International Students Assessment (PISA) pada 2018 terungkap sebanyak 41,1 persen murid di Indonesia pernah mengalami perundungan atau bullying. Kondisi di kalangan remaja ini merupakan masalah global yang juga terjadi di Indonesia yang seharusnya dihilangkan tanpa bekas.

    Masih menurut riset yang sama, Indonesia menempati posisi ke-5 dari 78 negara dengan murid terbanyak yang mengalami perundungan. Menanggapi hal ini, Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli bekerja sama dengan EDU Foundation menyelenggarakan Kompetisi Lawan Bullying dengan Komedi. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat, khususnya remaja, terkait bullying dengan cara yang menyenangkan, serta meminimalisir perilaku bullying yang marak terjadi di kalangan remaja.

    "Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Kami menggandeng EDU Foundation dalam menginisiasi Program Edukasi Inovatif untuk Anak (PEDIA)," kata kata Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Selain kompetisi, lanjutnya, dalam program PEDIA juga terdapat kegiatan Smart Mobile Library (SMILEY) dan kegiatan edukatif berbasis sains yang bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan berinovasi pada anak-anak sejak dini. "Sehingga kualitas pendidikan anak dan remaja dapat meningkat melalui program ini," tukasnya.

    Kompetisi ini diluncurkan bersamaan dengan online workshop yang menghadirkan psikolog Astrid Wen dan stand-up comedian Mo Sidik, serta dihadiri secara virtual oleh para siswa-siswi dari beberapa SMP serta SMA/SMK di Jabodetabek. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, terapi asertif menggunakan stand-up comedy untuk lawan aksi bullying ini mendapatkan respons yang positif dari para siswa, orangtua, hingga guru.

    "Stand-up comedy digunakan sebagai act media yang cocok khususnya untuk remaja usia SMP dan SMA/SMK. Stand-up comedy, membuat siswa-siswi tidak merasa dinasehati selain itu komedi juga menjadi sebuah katarsis dan cara melepaskan perasaan, baik untuk korban dan pelaku bullying," kata Direktur EDU Foundation Zulkifli Tegar.

    Metode asertif dipilih EDU Foundation karena dapat meningkatkan kemampuan mengekspresikan diri melalui perasaan, perilaku, harapan dan opini dalam perilaku sosial yang tepat.

    "Komedi yang diciptakan dalam lingkungan yang aman, untuk tujuan edukasi dan bersenang-senang secara positif akan baik sekali manfaatnya guna meningkatkan semangat anti-bullying dan solidaritas. We're in this together, perlu care satu sama lain, bukan bully satu sama lain," kata Psikolog PION Clinician serta Praktisi Theraplay Astrid Wen.

    Ni Made menambahkan kegiatan ini telah membuka peluang bagi 500 anak dan remaja di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu bullying. Pihaknya berharap program ini bisa terus diimplementasikan secara menyeluruh untuk menjangkau seluruh anak Indonesia.

    "Sehingga anak-anak semangat untuk belajar ke sekolah serta berani berinovasi melalui metode edukasi yang menyenangkan," tutup Ni Made Daryanti.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id