Bulog Sudah Prediksi Harga Gula Bakal Melonjak

    Ilham wibowo - 09 April 2020 20:35 WIB
    Bulog Sudah Prediksi Harga Gula Bakal Melonjak
    Gula Pasir. Foto : MI/Susanto.
    Jakarta: Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso menyebut pihaknya sudah memprediksi sejak lama harga gula bakal mengalami kenaikan cukup tinggi. Hal ini disebabkan lantaran stok di dalam negeri yang menepis dan terlambat dipenuhi.

    "Saya sudah memprediksi kelangkaan stok gula sejak akhir 2019," ujar Buwas dalam RDP virtual bersama Komisi IV DPR, Kamis,  9 April 2020.

    Buwas menyampaikan bahwa data yang menjadi proyeksi pemenuhan stok Bulog berdasarkan analisis sejumlah lembaga negara seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Badan Intelejen Negara (BIN). Konsumsi gula nasional yang jumlahnya tercatat selalu stabil setiap tahun itu pun mestinya bisa diantisipasi lebih baik dengan kebijakan impor saat produksi dalam negeri tidak bisa memenuhi.

    Pengajuan permohonan impor gula mentah atau raw sugar, lanjut dia, telah dilakukan sejak November 2019. Stok tersebut rencananya akan diolah oleh anak usaha Bulog yakni Pabrik Gula (PG) PT Gendhis Multi Manis (GMM) menjadi gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi.

    "Pada saat itu pabrik GMM sudah selesai masa giling tebu, maka harus dipasok dengan gula kristal mentah. Oleh karena itu kami mengajukan impor raw sugar. Sehingga kami bisa menyetok gula yang dibutuhkan karena tugas Bulog kesiapan untuk operasi pasar," ungkapnya.

    Namun, hingga memasuki awal 2020, Pemerintah tak kunjung merealisasikan rencana Bulog terkait pengadaan impor gula. Setelah harga gula di pasar melonjak dan menjadi polemik masyarakat, barulah lampu hijau impor gula disetujui pada akhir Maret 2020.

    "Kami mengusulkan impor GKP itu juga ternyata tidak langsung mudah turun karena harus melalui prosedur dan sulit sekali yang pada akhirnya terlambat semua dan sehingga stok di pasaran sangat tipis," paparnya.

    Sebagai perusahaan, Bulog hanya bisa melakukan kegiatan impor berdasarkan penugasan Pemerintah yang disetujui lintas kementerian. Meski demikian, permohonan Bulog untuk pemenuhan stok gula terus dilakukan sembari mencari alternatif pasokan dalam negeri.

    “Sebenarnya semua ini bukan kami tidak siap, selama ini Bulog itu selalu harus mendapatkan izin penugasan melalui prosedur di Rakortas setelah itu baru memutuskan Bulog dapat penugasan. Ini yang mengakibatkan kami ada kesulitan untuk mengadakan,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Buwas memastikan pihaknya berupaya maksimal dalam penyediaan pasokan gula di dalam negeri dengan kolaborasi perusahaan swasta. Ia mengharapkan proses impor yang dilakukan bisa lebih cepat di tengah penanganan pandemi virus korona covid-19.

    “Kami hari ini tetap berusaha barang-barang ini sampai di seluruh Indonesia," pungkasnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id