Bank Perlu Gencar Salurkan Kredit Demi Akselerasi Pemulihan Ekonomi

    Husen Miftahudin - 16 September 2021 17:46 WIB
    Bank Perlu Gencar Salurkan Kredit Demi Akselerasi Pemulihan Ekonomi
    Ilustrasi penyaluran kredit perbankan - - Foto: Medcom



    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta industri perbankan untuk gencar menyalurkan kredit. Sebab, kucuran kredit perbankan menjadi ujung tombak dalam menggiatkan kembali dunia usaha lewat tambahan modal kerja, yang pada akhirnya dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi.

    "Saya mengajak dunia perbankan dan para pelaku usaha untuk melakukan ekspansi, segera mengucurkan kredit, dan segera menggiatkan dunia usahanya," ucap Jokowi dalam acara UOB Economic Outlook 2022 secara virtual, dikutip Kamis, 16 September 2021.

    Melansir data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada periode Januari sampai dengan Juli 2021, perbankan telah mengucurkan kredit sebanyak Rp1.439 triliun. Secara statistik, kredit perbankan pada Juli 2021 berada di zona positif dan tumbuh sebesar 0,50 persen (yoy).

     



    Pertumbuhan tersebut didorong kredit konsumsi yang tumbuh 2,40 persen (yoy), begitu pula kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tumbuh sebesar 1,93 persen (yoy). Kredit ke sektor komoditas berorientasi ekspor mulai meningkat seiring dengan peningkatan harga serta permintaan di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

    Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hingga akhir Juni 2021 mencatat penyaluran kredit secara konsolidasian sebesar Rp929,40 triliun. Angka itu tumbuh tipis dibandingkan dengan penyaluran kredit BRI pada akhir kuartal II-2020 yang sebesar Rp922,97 triliun.

    Kredit mikro BRI tercatat sebesar Rp366,56 triliun atau tumbuh 17 persen (yoy). Hal ini memperkuat komitmen BRI dalam pengembangan bisnis mikro dengan komposisi kredit mikro mencapai 39,44 persen dari total penyaluran kredit BRI.


    "Hal ini on the track menuju komposisi kredit mikro minimal 45 persen di tahun 2025," jelas Direktur Utama BRI Sunarso, Jumat, 6 Agustus 2021 lalu.

    Lebih lanjut, Sunarso menambahkan pencapaian tersebut juga membuat porsi kredit UMKM BRI naik menjadi 80,62 persen dibanding 78,58 persen pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, kredit konsumer BRI juga tercatat tumbuh positif sebesar 3,54 persen menjadi sebesar Rp145,94 triliun pada akhir kuartal II-2021.

    Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengungkapkan bahwa perseroan menargetkan penyaluran kredit di 2021 ini tumbuh 6-7 persen. Target tersebut akan didukung oleh segmen UMKM.

    Sementara itu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri membukukan penyaluran kredit sebesar Rp1.014,3 triliun di semester I-2021. Pencapaian itu tumbuh sebanyak 16,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp871,6 triliun.

    Pertumbuhan kredit Bank Mandiri ditopang kredit anak usaha yang tumbuh 79,03 persen (yoy) menjadi Rp209,1 triliun. Segmen wholesale banking tumbuh 7,13 persen menjadi Rp534,2 triliun. Retail banking tumbuh 5,78 persen menjadi Rp271 triliun. Pembiayaan ke segmen UMKM juga tercatat naik 20,1 persen menjadi Rp98,3 triliun.

    Pada Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Mandiri telah menyalurkan sebesar Rp19,68 triliun pada akhir paruh pertama tahun ini atau 63,5 persen dari target 2021, dengan jumlah penerima lebih dari 200 ribu debitur UMKM dengan kualitas yang terjaga baik.

    "Penyaluran kredit tersebut dilakukan secara prudent kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat. Dengan capaian tersebut, kualitas kredit Bank Mandiri cukup baik. Rasio NPL gross sebesar 3,08 persen, turun 21 bps dari kuartal kedua tahun lalu," jelas Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Kamis, 29 Juli 2021.

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat penyaluran kredit hingga Juni 2021 mencapai Rp569,7 triliun atau tumbuh 4,5 persen (yoy). Kucuran kredit BNI didominasi ke sektor-sektor usaha prospektif dengan risiko rendah, seperti pada segmen business banking dan consumer banking.

    Rinciannya, kredit pada segmen business banking mencapai Rp475,6 triliun atau tumbuh 3,5 persen (yoy), small business sebesar Rp91 triliun atau tumbuh 20,6 persen (yoy), corporate private sebesar Rp179,1 triliun atau tumbuh 7,9 persen (yoy), segmen consumer banking mencapai Rp92,8 triliun atau tumbuh 10,4 persen (yoy).

    Kemudiaan kredit tanpa agunan yang berbasis payroll tercatat tumbuh 19,6 persen (yoy) atau sebesar Rp32,7 triliun. Lalu disusul oleh kredit pemilikan rumah yang tumbuh 6,3 persen (yoy) atau Rp47,6 triliun.

    "Pertumbuhan kredit konsumer juga dapat mengindikasikan mulai bergairahnya konsumsi masyarakat yang menopang pertumbuhan PDB nasional," papar Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Senin, 16 Agustus 2021.

    Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp593,6 triliun pada Juni 2021. Nilai itu turun tipis 0,3 persen (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp595,13 triliun. Kinerja kredit pada paruh pertama 2021 itu didukung oleh segmen korporasi, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan kartu kredit. Kredit korporasi naik 1,0 persen (yoy) menjadi Rp260,4 triliun pada Juni 2021.

    "Di periode yang sama, KPR juga meningkat 2,9 persen menjadi Rp93,6 triliun sebagai hasil dari pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021. Sebagian besar kredit tersebut dibukukan pada kuartal kedua tahun ini," tutur Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Kamis, 22 Juli 2021.

    Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Edy Purnomo menekankan bahwa pihaknya terus memecut industri perbankan, khususnya Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV, untuk gencar menyalurkan kredit kepada sektor UMKM. Sebab, bank dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun itu paling banyak menyalurkan kredit kepada UMKM.

    "Kalau kita melihat sebetulnya motor penggerak penyaluran UMKM di sektor perbankan didominasi oleh BUKU IV, ini porsinya 59,51 persen atau dia sudah mempunyai portofolio Rp768,06 triliun dari total kredit Rp3,27 triliun," urai Edy, Rabu, 28 April 2021.

    Edy melanjutkan bahwa porsi kredit yang disalurkan bank dengan kategori BUKU IV tersebut sebesar 67,87 persen dari total UMKM sebanyak 64,2 juta unit. Sementara porsi dari total kredit yang dilakukan BUKU IV sebanyak 23,48 persen.

    Pernyataan Edy diamini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan meminta perbankan untuk menyalurkan kredit UMKM paling sedikit 30 persen dari total penyaluran kredit pada 2024 mendatang.

    Pasalnya, sesuai ketentuan yang tercantum pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17 Tahun 2015, porsi kredit UMKM telah disiapkan sebesar 20 persen. Sebab itu, akses pembiayaan yang masih terbatas ini perlu untuk segera diatasi sehingga dapat membantu UMKM dan sektor informal untuk bertahan selama pandemi.

    Terlebih lagi, UMKM merupakan pilar terpenting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM yang mencapai 99,9 persen dari pelaku usaha juga telah berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Secara keseluruhan, UMKM telah berkontribusi sebesar 61,07 persen terhadap PDB Indonesia atau senilai Rp8.573,89 triliun.

    "Oleh karena itu pemerintah menargetkan kewajiban kredit UMKM di perbankan minimal sebesar 30 persen dari total penyaluran kredit pada tahun 2024," ujar Airlangga, Senin, 13 September 2021.

    Untuk mencapai target tersebut, diperlukan tambahan kredit UMKM sebesar Rp980 triliun dengan posisi kredit UMKM pada 2024 mencapai Rp2.000 triliun. Penyelamatan UMKM dan sektor informal akan memberikan dukungan besar terhadap pemulihan ekonomi.

    "Dukungan ini akan membantu Indonesia untuk rebound, sehingga target pertumbuhan di kisaran 3,7 persen sampai 4,5 persen dapat tercapai di 2021," harap Airlangga.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id