Kasus Covid-19 Terkendali, CIMB Niaga Optimistis Laju Bisnis Membaik di Masa Mendatang

    Angga Bratadharma - 25 November 2021 07:00 WIB
    Kasus Covid-19 Terkendali, CIMB Niaga Optimistis Laju Bisnis Membaik di Masa Mendatang
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO



    Jakarta: PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga tetap optimistis terhadap laju bisnis di masa mendatang seiring tren indikator covid-19 mulai membaik dari waktu ke waktu. Diharapkan pandemi bisa segera berakhir dan situasi perekonomian kembali membaik dan imbasnya terhadap kinerja industri perbankan di Indonesia.

    Kendati tren indikator covid-19 mulai membaik, Direktur Strategy, Finance & SPAPM CIMB Niaga Lee Kai Kwong mengatakan, CIMB Niaga tetap optimistis dan berhati-hati terhadap kinerja di masa mendatang. Ke depan, CIMB Niaga terus mengembangkan bisnis bank melalui implementasi strategi lima pilar yang solid.

     



    "Perseroan senantiasa menyediakan solusi perbankan terbaik untuk nasabah, yang didukung oleh transformasi digital dan data analytics," kata Kai Kwong, dalam Public Expose Tahunan CIMB Niaga 2021 yang digelar secara virtual, Rabu, 24 November 2021.

    Meskipun situasi perekonomian di tahun kedua pandemi masih menantang, lanjutnya, CIMB Niaga mencatatkan kinerja positif. Pada sembilan bulan pertama 2021, laba bersih konsolidasi (unaudited) mencapai Rp3,2 triliun atau naik 69 persen (atau 74 persen tidak termasuk exceptional items) secara tahun ke tahun (yoy) dan menghasilkan earnings per share Rp126,38.

    "Perolehan laba bersih tersebut menghasilkan kinerja yang berada di atas level sebelum covid-19. Hal ini didukung oleh pendapatan operasional dan pengendalian biaya yang dikelola dengan baik sehingga kami dapat mempertahankan double-digit ROE sebesar 10,8 persen (ROE tidak termasuk exceptional items sebesar 11,2 persen)," tuturnya.

    Pada aspek neraca keuangan, CIMB Niaga meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7,6 persen yoy dengan rasio CASA sebesar 61,7 persen. Per 30 September 2021, Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat masing-masing sebesar 22,6 persen dan 76,7 persen.

    "Dengan total aset mencapai Rp295,4 triliun per 30 September 2021," tukasnya.

    Adapun total penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp228,0 triliun. Giro dan Tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 8,5 persen yoy dan 11,7 persen yoy, sejalan dengan komitmen untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

    Jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp177,0 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis consumer banking yang tumbuh 5,7 persen yoy. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 8,1 persen yoy, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 13,4 persen yoy.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id