Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Semester I-2021

    Husen Miftahudin - 02 Agustus 2021 16:29 WIB
    Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Semester I-2021
    Sektor Jasa Keuangan dinilai terjaga seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi. Foto: Dok.MI



    Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan sektor jasa keuangan pada semester I-2021 stabil. Hal ini dicerminkan oleh membaiknya sejumlah indikator.

    "Sejumlah indikator membaik seperti intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal, serta terjaganya rasio kehati-hatian (prudensial) di lembaga jasa keuangan," ujar Wimboh dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Agustus 2021.

     



    Berdasarkan asesmen jasa keuangan di sektor perbankan, pertumbuhan kredit paling tinggi ditempati sektor transportasi dengan kenaikan 13,8 persen, disusul sektor pertanian dengan pertumbuhan 5,74 persen. Kemudian sektor konstruksi dengan peningkatan 4,87 persen dan sektor rumah tangga dengan kenaikan 2,41 persen.

    Secara keseluruhan, kredit perbankan pada Juni 2021 mencapai Rp5.581,8 triliun atau naik 0,59 persen (yoy). Angka tersebut juga meningkat Rp67,39 triliun dari posisi Mei 2021 sebesar Rp5.514,4 triliun.

    "Seiring berjalannya pemulihan ekonomi, kredit perbankan pada bulan Juni 2021 meningkat sebesar Rp67,39 triliun meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya," ungkap Wimboh.

    Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Juni 2021 mencapai Rp6.996,3 triliun atau tumbuh 11,28 persen (yoy). Capaian tersebut juga mengalami kenaikan sebanyak Rp159,3 triliun dari posisi Mei 2021 sebesar Rp6.837 triliun, yang didorong oleh pertumbuhan giro.

    Untuk sektor pasar modal, penghimpunan dana di pasar modal pada hingga 27 Juli 2021 mencapai sebanyak Rp116,64 triliun. Jumlah tersebut naik signifikan bila dibandingkan posisi penghimpunan pada akhir Juni 2021 yang mencapai Rp87,99 triliun.

    Pada Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana, hingga 27 Juli 2021 mencapai Rp548,23 triliun. Angka tersebut juga mengalami kenaikan dari posisi akhir Juni 2021 yang sebesar Rp536,11 triliun.

    "Penghimpunan dana di pasar modal dan NAB Reksa Dana meningkat diiringi pertumbuhan jumlah investor domestik dan emiten baru. Penghimpunan dana di pasar modal hingga 27 Juli 2021 telah mencapai nilai Rp116,6 triliun atau meningkat 211 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan 27 emiten baru yang melakukan IPO," tuturnya.

    Pada industri keuangan non bank, piutang pembiayaan di Juni 2021 mencapai Rp361,59 triliun atau terkontraksi 11,1 persen (yoy). Angka itu juga turun dari posisi bulan sebelumnya yang mencapai sebesar Rp362,71 triliun.

    Sedangkan pada kredit fintech peer to peer lending, mencapai Rp23,4 triliun pada Juni 2021 atau meroket hingga 98,7 persen (yoy). Angka ini juga mengalami kenaikan dari Rp21,75 triliun pada posisi Mei 2021.

    "Pertumbuhan piutang pembiayaan melalui perusahaan pembiayaan per Juni 2021 masih terkontraksi, namun sudah dalam tren perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan pembiayaan terjadi pada penyaluran pembiayaan melalui peer to peer lending (P2P Lending) yang tumbuh positif dan double digit," pungkas Wimboh.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id