comscore

Bukalapak Listing Pekan Depan, Bakal Angkat Kapitalisasi Bursa Rp87,6 Triliun

Fetry Wuryasti - 30 Juli 2021 09:38 WIB
Bukalapak <i>Listing</i> Pekan Depan, Bakal Angkat Kapitalisasi Bursa Rp87,6 Triliun
Ilustrasi aplikasi Bukalapak. Foto: Medcom.id/Surya Perkasa.
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan masuknya perusahaan unicorn teknologi Bukalapak ke bursa akan memberikan peningkatan pada kapitalisasi pasar untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Masuknya PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) ke pasar modal Indonesia akan berkontribusi pada kapitalisasi pasar sekitar Rp77,3 triliun hingga Rp87,6 triliun. Saat ini BUKA sedang berada dalam tahap akhir menerima pemesanan pooling dari investor ritel. Nasabah yang berminat memesan saham BUKA harus melakukan pembayaran paling lambat Jumat, 30 Juli 2021.
"Jadi kalau Bukalapak yang sudah menyampaikan karena sudah masuk proposalnya dalam bentuk dokumen. IPO Bukalapak market cap akan tambah Rp77,3 triliun-Rp 87,6 triliun," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, dilansir dari Mediaindonesia.com, Jumat, 30 Juli 2021.

Pekan lalu (19-23 Juli), data BEI mencatat nilai kapitalisasi pasar bursa meningkat 1,01 persen menjadi sebesar Rp7.274,774 triliun dari Rp7.202,257 triliun dari pekan sebelumnya. Untuk mengakomodasi perusahaan unicorn dan decacorn berbasis teknologi ini, BEI sedang melakukan penyesuaian atas Peraturan Pencatatan I-A, agar mereka bisa mencatatkan sahamnya dan masuk dalam papan utama perdagangan saham di bursa.

Sebab, dengan aturan saat ini, akan tidak memungkinkan bagi perusahaan tersebut untuk masuk ke papan tersebut, mengingat di Papan Utama minimal harus mencatatkan laba bersih dalam setahun terakhir. Sedangkan peraturan ini sangat sulit untuk diterapkan kepada perusahaan berbasis teknologi, yang belum berfokus pada pencatatan laba.

Nyoman mengatakan bursa telah menyampaikan permohonan penyesuaian aturan ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 22 Maret 2021 lalu, dan sedang menunggu finalisasi.

"Sampai pertemuan kemarin hal-hal signifikan sudah kami bahas. Bahwa bukan lagi di tahapan yang remote, namun sudah berada di tahapan finalisasi," kata Nyoman.

Bila aturan ini telah keluar, kemungkinan besar para perusahaan teknologi lainnya seperti GoTo atau Traveloka akan masuk ke pasar modal Indonesia untuk mencatatkan sahamnya.
 

Halaman Selanjutnya
  Revisi peraturan I-A Kepala…






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id