Jelang IPO, Airbnb Cetak Laba Bersih USD219 Juta

    Arif Wicaksono - 17 November 2020 16:45 WIB
    Jelang IPO, Airbnb Cetak Laba Bersih USD219 Juta
    Airbnb. Foto : AFP.
    San Francisco: Dokumen penawaran umum perdana atau IPO Airbnb menunjukkan perusahaan persewaan rumah itu menghasilkan keuntungan pada kuartal ketiga karena pemotongan biaya yang agresif. Airbnb melakukan ini untuk mempersiapkan salah satu debut pasar saham yang paling diantisipasi dalam beberapa tahun terakhir.

    Kinerja perusahaan terbantu oleh peningkatan dalam perjalanan lokal, meskipun pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan selama sembilan bulan pertama 2020 dirugikan oleh dampak pandemi covid-19. Rencana IPO menandai semacam perubahan haluan bagi perusahaan yang lumpuh saat pandemi.

    Pendapatan Airbnb turun 18 persen menjadi USD1,34 miliar dari tahun sebelumnya, tetapi melaporkan laba bersih sekitar USD219 juta pada kuartal III-2020.

    "Pemulihan pada kuartal kedua dan ketiga 2020 ini disebabkan oleh kemampuan dan kemauan baru bagi para tamu untuk bepergian, ketahanan tuan rumah kami, dan kekuatan relatif model bisnis kami," kata Airbnb dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 17 November 2020.

    Airbnb telah memutuskan untuk memberhentikan 25 persen tenaga kerjanya, menangguhkan aktivitas pemasaran untuk tahun itu dan mencari pendanaan darurat dari investor, termasuk Silver Lake dan Sixth Street Partners, dengan nilai USD18 miliar. Sejak itu, pasar kembali pulih dengan berfokus pada daftar rumah yang jauh dari kota yang ingin disewa orang selama pandemi.

    Perusahaan diperkirakan akan melakukan IPO pada Desember karena perusahaan memanfaatkan reli pasar saham yang didorong oleh stimulus moneter dan fiskal dalam upaya untuk menumpulkan dampak pandemi.

    Airbnb memperingatkan bahwa pertumbuhan pendapatan akan terus melambat di masa depan, meskipun mencatat kenaikan dalam bisnis pada kuartal kedua dan ketiga pada 2020 karena pembatasan lockdown mulai berkurang.

    Startup tersebut melaporkan pendapatan sebesar USD2,52 miliar untuk sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020 dibandingkan dengan USD3,7 miliar pada tahun sebelumnya. Kerugian bersih meningkat menjadi USD697 juta dari USD323 juta pada tahun sebelumnya.

    Airbnb berencana untuk mendaftar di Nasdaq dengan simbol ABNB. Dana yang diajukan dalam mekanisme IPO hingga USD1 miliar.

    Perusahaan ini didirikan pada 2008 oleh Brian Chesky dan Joe Gebbia sebagai situs web untuk menerima pemesanan kamar selama konferensi, termasuk Konvensi Nasional Partai Demokrat tahun itu di Denver.

    Selain itu perusahaan juga memperluas listing-nya untuk berekspansi ke apartemen, rumah, dan sewa liburan di tahun berikutnya setelah mengambil dana awal dari investor, termasuk Sequoia Capital.

    Airbnb meraih status unicorn pada 2011, dengan 13 ribu properti terdaftar di lebih dari 180 negara pada saat itu, setelah bernilai lebih dari USD1 miliar dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz. Morgan Stanley dan Goldman Sachs Group adalah penjamin emisi utama untuk IPO.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id