OJK Pantau Khusus Fenomena Shadow Banking, Apa Itu?

    Despian Nurhidayat - 13 November 2020 10:15 WIB
    OJK Pantau Khusus Fenomena <i>Shadow Banking</i>, Apa Itu?
    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menaruh perhatian kuat terhadap maraknya perkembangan platform digital yang memberikan berbagai layanan keuangan secara luas.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menganggap perkembangan itu dipicu oleh kondisi pandemi covid-19 yang membuat transaksi digital saat ini begitu marak digunakan masyarakat.

    "Nah ini beberapa hal yang harus kita lihat karena saat pandemi covid-19 ini tumbuhnya luar biasa," ungkapnya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI, Kamis, 12 November 2020.

    Menurut Wimboh, salah satu fenomena yang perlu diberikan perhatian kuat adalah shadow banking. Shadow banking dikenal sebagai kegiatan keuangan yang dilakukan lembaga non-bank di luar aturan regulator.

    "Sekarang ini ada produk yang produk bank yang diberikan oleh nonperbankan. Ini satu hal yang enggak bisa kita anggap enteng, ini yang kita sebut shadow banking," lanjut Wimboh.

    Wimboh menegaskan jika shadow banking dibiarkan dan terus berkembang dengan sendirinya, para pemilik bank akan lebih condong beralih kepemilikannya kepada sektor tersebut. Padahal, dia menegaskan, perbankan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibanding industri jasa keuangan lainnya, sebab diatur dengan ketat dan memiliki prinsip kehati-hatian yang kuat.

    "Mungkin kalau masih kecil oke, tapi kalau ini sudah menjadi besar itu kan menjadi isu. Nah bahkan kami dukung kalau ini jadi pembasahan sendiri bagaimana jadi roadmap kita di digital," tuturnya.

    Selain shadow banking, yang menjadi perhatian Wimboh saat ini adalah keberadaan virtual banking. Virtual bank dikatakannya memberikan semua produk perbankan tanpa adanya izin perbankan itu sendiri.

    "Ini sudah banyak sekali yang jadi diskusi di masyarakat. Kalau virtual banking merebak nanti perbankan yang saat ini sudah high regulated nanti bisa habis bagaimana transisinya? Nah ini beberapa hal yang harus kita lihat," pungkas Wimboh.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id