Pro Kontra RUU BI Bikin Rupiah Kembali Melempem

    Husen Miftahudin - 22 September 2020 19:31 WIB
    Pro Kontra RUU BI Bikin Rupiah Kembali Melempem
    Ilustrasi pelemahan nilai tukar rupiah - - Foto: Antara/ Rivan Awal Lingga
    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rencana amendemen Undang-Undang (UU) Bank Indonesia (BI) masih menjadi sorotan bagi pelaku pasar, baik domestik maupun asing. Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali melempem.

    "Pelaku pasar mempertanyakan independensi bank sentral yang kemungkinan tidak lagi independen dalam memutuskan kebijakan, baik suku bunga maupun stimulus. Walaupun rencana amendemen ini hanya berlaku di masa covid-19 sampai 2023," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Selasa, 22 September 2020.

    Pemerintah berkali-kali meyakinkan pasar bahwa apa yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk memperluas wewenang Bank Indonesia sebagai bank sentral. Ini pun dibentuk lantaran Indonesia dalam keadaan ekonomi yang tidak sehat akibat meluasnya penyebaran wabah pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih terus meningkat secara masif.

    "Pemerintah juga menyatakan bahwa Indonesia sudah pasti masuk dalam resesi ekonomi, sehingga perlu wadah baru berupa amendemen Undang-Undang Bank Indonesia untuk menanggulanginya," papar dia.

    Namun, sebut Ibrahim, lagi-lagi kalangan pelaku pasar menuai pro dan kontra atas pernyataan pemerintah tersebut. Sehingga berimbas terhadap aliran modal asing yang dilaporkan mulai keluar dari pasar valuta asing (valas), obligasi, dan Surat Utang Negara (SUN) yang bisa memberikan efek negatif ke pasar keuangan.


    "Apalagi secara bersamaan permintaan valas korporasi meningkat jelang akhir kuartal ketiga 2020, perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa kembali untuk membayar utang, dividen, dan sebagainya. Jadi jangan heran kalau mata uang Garuda di penutupan pasar sore ini mengalami penurunan," jelasnya.

    Adapun pada penutupan perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap USD mengalami pelemahan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke posisi Rp14.785 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.700 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 85 poin atau setara 0,58 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.700 per USD sampai Rp14.811 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.764 per USD. Rupiah melemah sebanyak 44 poin atau setara 0,30 persen dari Rp14.720 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.782 per USD atau melemah sebanyak 59 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.723 per USD.

    "Dalam perdagangan besok ada kemungkinan rupiah akan kembali melemah antara 30-80 poin di level Rp14.770 per USD hingga Rp14.850 per USD," pungkas Ibrahim.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id