comscore

Indocement Cetak Peningkatan Volume Penjualan Domestik 8 Juta Ton

Ade Hapsari Lestarini - 03 Agustus 2021 20:11 WIB
Indocement Cetak Peningkatan Volume Penjualan Domestik 8 Juta Ton
Ilustrasi. Foto: dok Indocement.
Jakarta: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar delapan juta ton pada semester I-2021.

Mengutip keterangan tertulisnya, Selasa, 3 Agustus 2021, jumlah ini meningkat 642 ribu ton atau 8,8 persen dari periode yang sama tahun lalu, sehingga menetapkan pangsa pasar perseroan menjadi 25,6 persen untuk semester I-2021.
Volume penjualan perseroan di luar Jawa tumbuh sebesar 10,6 persen dengan pangsa pasar 15,7 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan di Jawa sebesar tiga persen (pangsa pasar 34,3 persen).

Sementara itu, peningkatan di luar Jawa terutama berada di Sulawesi dengan pertumbuhan volume penjualan naik sebesar 61,3 persen (pangsa pasar 8,9 persen) didukung oleh proyek smelter di Konawe. Serta diikuti pertumbuhan penjualan di Kalimantan sebesar 15,7 persen (pangsa pasar 22,3 persen), dan Sumatra sebesar 10,8 persen (pangsa pasar 13,1 persen).

Selanjutnya, pendapatan neto perseroan juga terpantau meningkat delapan persen menjadi Rp6.666,9 miliar dibandingkan semester I-2020 sebesar Rp6.175,2 miliar yang ditopang oleh peningkatan volume penjualan.

Kemudian, beban pokok pendapatan meningkat minus 6,5 persen dari minus Rp4.572,9 miliar menjadi minus Rp4.295,3 miliar seiring dengan pertumbuhan volume penjualan keseluruhan.

Selain itu, perseroan juga mampu menjaga persentase kenaikan biaya lebih rendah dari persentase kenaikan volume penjualan meskipun terjadi peningkatan harga batu bara. Hal ini disebabkan oleh upaya berkelanjutan pada peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif dan batu bara bernilai kalori rendah (LCV), termasuk pengoperasian kiln-kiln yang paling efisien.

Hasilnya, marjin laba bruto naik satu persen menjadi 31,4 persen pada semester I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 30,4 persen, dengan kenaikan sebesar 11,4 persen dari Rp1.879,9 miliar menjadi Rp2.094,1 miliar.

Sedangkan marjin laba usaha meningkat 3,5 persen dari 6,1 persen menjadi 9,6 persen. Kemudian marjin EBITDA naik 3,7 persen dari 15,5 persen menjadi 19,2 persen.

Perseroan mencatatkan pendapatan keuangan-neto lebih rendah pada semester I-2020 menjadi Rp76,8 miliar, yang disebabkan oleh penurunan pendapatan bunga sebagai akibat dari penurunan suku bunga secara progresif oleh Bank Indonesia.

Adapun laba periode berjalan meningkat 24,8 persen menjadi Rp586,6 miliar pada semester I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp470 miliar.

Perseroan membukukan posisi kas bersih dengan kas dan setara kas sebesar Rp8,1 triliun pada 30 Juni 2021. Arus kas yang kuat dihasilkan dari kegiatan operasi dan upaya berkelanjutan yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk mempertahankan neraca yang tangguh.

Di sisi lain, pembayaran dividen sebesar Rp500 per saham yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Juli 2021 akan dibagikan di Agustus 2021, sehingga dengan dividen interim Rp225 per saham yang telah dibayarkan di Desember 2020, total dividen 2020 adalah Rp725 per saham.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id